Selasa, 20 Apr 2021 14:45 WIB

Bahaya! Instruktur Yoga Sebut Tren Sujud 'Freestyle' Risikonya Fatal

Vidya Pinandhita - detikHealth
Topik Hangat Bahaya Sujud Freestyle
Jakarta -

Baru-baru ini, media sosial dibuat heboh oleh tren viral sujud 'freestyle' yang kebanyakan dilakukan anak-anak. Saat salat, mereka bukannya sujud malah berpose handstand, atau tepatnya chinstand, konon meniru salah satu emoji di game Free Fire.

Tidak bisa dianggap remeh, instruktur yoga Astrid Amalia mengingatkan risiko fatal di balik gerakan ekstrem ini. Mending kalau cuma keseleo, risiko terburuk yang bisa dialami adalah cedera pada bagian tubuh lain, termasuk kepala.

"Banget (bahaya), jelas. Itu sudah jelas ya. Risikonya pertama di bahu dan di tangan, sudah jelas itu. Lalu kemudian kepala karena tangan dan bahunya nggak kuat, kepalanya bisa kejedot ke lantai pecah kan," ujarnya saat dihubungi detikcom, Selasa (20/4/2021).

Yang dikhawatirkan, jika anak terjatuh saat bergaya freestyle dengan posisi kepala terbentur duluan, kerusakannya bisa berkepanjangan. Misalnya, gangguan pada otak yang bahkan bisa menyebabkan gangguan mental.

Young woman practicing yoga doing forearm stand crane pose asana in dark room. Bakasana. Wellness and healthy lifestylePose yoga mirip sujud 'freestyle' punya tingkat kesulitan cukup menantang, tidak dianjurkan untuk pemula. Foto: Getty Images/iStockphoto/Viktor_Gladkov

Menurut Astrid, tangan tidak didesain untuk menopang berat badan. Kaki yang terbiasa menopang tubuh saja kerap kali cedera, apalagi tangan yang normalnya tidak bekerja menopang beban tubuh.

"Logikanya adalah jika kaki sendiri itu bisa mengalami cedera padahal kaki adalah yang paling kuat, bagaimana dengan tangan? Tangan itu kan tidak dipakai untuk menopang tubuh. Tangan dipakai untuk melakukan kegiatan. Sekarang kalau dipakai seperti itu pose handstand, secara logika pasti akan cedera. Pasti, itu sudah pasti," tegas Astrid.

Ia menjelaskan, cedera bisa langsung terjadi saat berkegiatan, atau baru timbul beberapa hari setelah berkegiatan. Biasanya, cedera 'susulan' ini berupa nyeri, linu, pegal, atau kelelahan.

Jangankan orang awam, Astrid yang berpengalaman menjadi instruktur yoga pun memerlukan latihan lebih dulu sebelum melakukan handstand. Bahkan, terbiasa dengan yoga sekalipun tidak menjamin seseorang bisa melakukan handstand, sangat tergantung kondisi tubuh.

"Untuk plank saja butuh belajar, tidak semua orang bisa plank. Lah kemudian anak-anak ini melakukan posisi handstand. Pertanyaannya, apakah mereka sudah latihan? Apakah mereka tahu bahwa itu perlu latihan? Apakah mereka tahu bahwa itu kalau dilakukan tanpa latihan bisa membuat mereka cedera?" pungkas Astrid.

(vyp/up)
Topik Hangat Bahaya Sujud Freestyle