Senin, 27 Sep 2021 11:15 WIB

Bikin Dikta Yovie & Nuno Jadi Kurus, Ini 8 Jenis Freediving yang Bisa Dicoba

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Dikta, Pradikta Wicaksono, Yovie & Nuno Dikta Yovie & Nuno tampak lebih kurus karena olahraga freediving. (Foto ilustrasi: Pingkan Anggraini/ detikHOT)
Jakarta -

Vokalis grup Yovie & Nuno, Pradikta Wicaksono atau Dikta, mengaku sedang menggeluti olahraga freediving. Hal ini membuat tubuhnya menjadi tampak lebih kurus dan kulitnya lebih gelap.

"Kenapa bisa kurus? Freedive itu olahraga anaerobik yang kalorinya lebih banyak kebakar dibanding olahraga biasa. Gue freedive dalam seminggu bisa 3-4 kali. Jadi ya udah pasti gue kurus," kata Dikta dikutip detikcom dari Instagram pribadinya, Minggu, (26/9/2021).

Freediving sendiri merupakan olahraga berenang yang dilakukan tanpa alat bantu pernapasan. Kebanyakan jenis olahraga ini dilakukan di perairan terbuka seperti laut.

Butuh kekuatan fisik dan fokus yang tinggi dalam melakukan freediving, sehingga olahraga ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan perlu latihan.

Olahraga yang ditekuni Dikta ini ternyata memiliki beberapa jenis dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Dikutip dari DeeperBlue, ada beberapa jenis freediving yang perlu diketahui.

1. Static apnea (STA)

Static apnea (STA), ini merupakan jenis freediving dengan cara menahan napas selama mungkin di dalam air. Dalam STA, penyelam dilatih untuk tetap fokus menahan napas di dalam air.

Freediving jenis ini dapat dilakukan di kolam renang atau di perairan terbuka, seperti laut, danau, dan sungai.

2. Dynamic no fins (DNF)

Dynamic no fins (DNF) dilakukan dengan cara berenang tanpa menggunakan sirip dalam posisi horizontal dan mencoba untuk menjaga jarak sejauh mungkin di bawah air.

3. Dynamic with fins (DYN)

Tak jauh berbeda dengan DNF, dynamic with fins (DYN) juga dilakukan dengan cara berenang dalam posisi horizontal. Namun, penyelam menggunakan alat bantu seperti sirip atau monofin.

4. Free immersion (FIM)

Berbeda dengan STA dan DNF-DYN yang dapat dilakukan di kolam renang, free immersion (FIM) dilakukan di perairan terbuka. Dalam freediving jenis ini, penyelam tidak menggunakan alat bantu renang seperti sirip, namun menggunakan tali untuk dapat turun dan naik di dalam air.

5. Constant weight no fins (CNF)

Constant weight no fins (CNF) disebut bentuk paling murni dari freediving. Pasalnya, penyelam turun dan naik di bawah air tanpa menggunakan bantuan seperti sirip dan tali.

Artinya, penyelam turun dan naik di dalam air menggunakan kekuatan otot sendiri.

6. Constant weight (CWT)

Serupa CNF, constant weight (CWT) dilakukan dengan cara turun ke bawah air menggunakan kekuatan otot sendiri. Namun, penyelam diperbolehkan menggunakan srip atau monofin sebagai alat bantu.

7. Variable weight (VWT)

Dalam variable weight (VWT), penyelam turun ke bawah air dengan menggunakan beban tambahan. Kemudian mereka kembali ke permukaan dengan kekuatan ototnya sendiri.

8. No limits (NLT)

Ini merupakan jenis freediving yang mungkin paling berbahaya. Pasalnya, penyelam menggunakan beban tambahan untuk bisa turun ke bawah air sedalam mungkin. Kemudian mereka kembali ke permukaan dengan menggunakan bantuan alat apung.

Jadi, di atas adalah beberapa jenis freediving yang mungkin salah satunya dilakukan oleh Dikta. Apa kamu tertarik untuk melakukan olahraga ini? Tulis di kolom komentar ya.



Simak Video "dr. Reisa Sebut Olahraga Renang Diperbolehkan, Asalkan..."
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)