Jumat, 29 Okt 2021 05:55 WIB

Lama Mager Gegara Pandemi, Ingin Olahraga Lagi? Dokter: Start Low Go Slow

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Video lesson. overweight young woman repeating exercises while watching online workout session Pandemi bikin tubuh makin melar, level kebugaran 'ambyar' (Foto: iStock)
Jakarta -

Pola kerja work from home (WFH) selama pandemi COVID-19 membuat sebagian orang malas bergerak alias mager. Dampaknya, tingkat kebugaran terjun bebas dan terasa berat untuk mulai olahraga lagi.

Praktisi kebugaran dari Sports Injury Treatment and Performance Center (SITPEC) RS Mayapada, dr Grace Joselini Corlesa,MMRS,SpKO, mengakui dampak pandemi terhadap kebugaran bisa dibagi jadi dua kelompok. Ada yang malah jadi rajin olahraga selama WFH, tapi tak bisa dipungkiri banyak juga yang malah jadi mager.

Kelompok yang malah jadi mager inilah yang merasakan dampak buruk pada tingkat kebugarannya. Selain berat badan yang meroket tanpa disadari, berbagai indikator tingkat kebugaran seperti Vo2Max atau kapasitas vital paru-paru juga ikut terjun bebas.

Seiring makin melandainya COVID-19 belakangan ini, pusat-pusat kebugaran kini mulai beroperasi. Kesempatan untuk 'menata diri' terkait aktivitas fisik dan olahraga terbuka lebar.

Meski demikian, dr Grace mengingatkan untuk menyesuaikan porsi olahraga. Dengan level kebugaran yang menurun, intensitas maupun durasi latihan harus diatur agar badan tidak kaget dan malah memicu cedera.

"Dari intensitasnya, waktunya, frekuensinya, kita mulai dengan start low go slow. Mulai dari intensitas ringan dulu, lalu kita tingkatkan bertahap," pesan dr Grace, ditemui detikcom baru-baru ini.

Memulai olahraga dengan intensitas terlalu tinggi, menurut dr Grace rentan memicu cedera dan over trained. Niatnya mau mulai rajin olahraga, malah jadi nggak bisa konsisten kan kalau cedera.



Simak Video "Tips Aman Berolahraga di Tengah Buruknya Udara Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)