ADVERTISEMENT

Sabtu, 22 Jan 2022 07:28 WIB

Ronaldo Sampai Harus Absen Lawan West Ham, Kapan Sakit Leher Harus Diwaspadai?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 28: Cristiano Ronaldo of Manchester United looks on as he warms up prior to the Premier League match between Chelsea and Manchester United at Stamford Bridge on November 28, 2021 in London, England. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images ) Cristiano Ronaldo terancam absen karena cedera leher (Getty Images/Shaun Botterill)
Jakarta -

Bintang sepakbola Manchester United, Cristiano Ronaldo, diragukan bisa tampil saat melawan West Ham akhir pekan ini. Keluhan cedera leher menjadi alasannya.

"Cristiano Ronaldo diragukan karena dia punya masalah dengan lehernya," ujar manajer interim MU, Ralf Rangnick, kepada MUTV.

Terlepas dari masalah Ronaldo, keluhan nyeri leher terbilang umum ditemukan dalam keseharian. Berbagai hal bisa menjadi penyebabnya, mulai dari postur duduk yang tidak ideal hingga kebiasaan memakai ponsel secara berlebihan.

Nyeri leher hingga level tertentu relatif mudah diatasi, antara lain dengan memperbaiki postur tubuh dan melakukan peregangan otot atau stretching. Namun demikian, nyeri leher juga bisa menandakan kondisi yang lebih serius.

Dipaparkan konsultan tulang belakang dari Jakarta Spine Clinic (JSC) RS Pondok Indah, dr Didik Librianto, SpOT(K), nyeri leher bisa menandakan kondisi yang lebih serius. Waspadai kemungkinan berikut jika muncul gejala tidak biasa:

Kemungkinan trauma parah atau cedera tulang belakang:

  • Riwayat trauma (misal kecelakaan lalu lintas) atau jatuh dari ketinggian. Trauma minor juga bisa memicu retak pada orang dengan osteopoprosis
  • Ada riwayat operasi leher
  • Punya faktor risiko osteoporosis, seperti menopause dini, atau menggunakan steroid sistemik.

Kemungkinan kanker, infeksi, atau radang:

  • Malaise atau tidak enak badan, demam, dan berat badan turun tanpa ada sebab yang jelas
  • Nyeri yang bertambah intens, tidak habis-habis, dan mengganggu tidur
  • Ada riwayat radang seperti arthritis, kanker, tuberkulosis, imunosupresi (gangguan imun tubuh), penyalahgunaan obat, AIDS (acquired immunodeficiency syndrome), atau infeksi lain
  • Lymphadenopathy atau pembengkakan pada kelenjar getah bening.


Simak Video "Aksi Cristiano Ronaldo Singkirkan Coca-Cola Dipuji WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT