ADVERTISEMENT

Rabu, 20 Jul 2022 08:00 WIB

Polusi DKI Terburuk di Pagi Hari, Olahraga Outdoor Sebaiknya Jam Berapa?

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Awal tahun 2022 dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga pagi. Olahraga juga menjadi sarana rekreasi dan menjaga kebugaran tubuh. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Selama bulan Juni 2022, udara DKI Jakarta dan sekitarnya tercatat selalu dalam kualitas buruk. Kadar PM 2.5 melebihi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan tercatat paling tinggi di pagi hari.

Bahkan pagi ini saja, Rabu (20/7/2022), menurut pantauan IQ Air, kualitas udara Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat karena pada Particulate Matter (PM) 2.5 berada pada angka 184 mikrogram per meter kubik atau 23,7 kali standar WHO.

Ironisnya, hasil riset Nafas Indonesia sepanjang 2022 menyatakan sebanyak 75 persen warga Jabodetabek menganggap udara pagi lebih baik dibandingkan waktu lain.

"Polusi udara paling tinggi bisa di pagi hari, kaitannya dengan atmosfer juga. Ini sesuatu yang terjadi di semua kota urban, bukan cuma di Jakarta," kata Co-founder Nafas Indonesia Piotr Jakubowski dalam sebuah kelas jurnalis yang digelar di Jakarta, Selasa (19/7/2022).

Pagi hari biasanya dipilih menjadi momen yang tepat untuk berolahraga. Namun, dengan kondisi seperti ini kapan sebaiknya olahraga outdoor dilakukan?

Menurut data Nafas Indonesia, waktu yang ideal untuk melakukan olahraga mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Karena kualitas udara mengalami perbaikan mulai jam 11 siang hingga mengalami puncaknya di jam 3 sore.

"Kita bukan ingin menyuruh orang berhenti melakukan gaya hidup sehat, justru data ini agar orang memahami pentingnya kualitas udara sehingga dia bisa memilih kapan waktu terbaik berolahraga," sambung Piotr.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada September 2021, menetapkan standar PM 2.5 rata-rata tahunan yang aman dihirup sebesar 5 mikrogram per meter kubik. Jika melebihi angka ini maka kondisi udara suatu daerah dinilai buruk.

PM 2.5 merupakan partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 mikron (mikrometer). Jika terhirup, PM 2.5 bisa berbahaya khususnya pada sistem pernapasan, sehingga bisa muncul sesak napas, iritasi mata, hingga hidung.



Simak Video "Tips Aman Berolahraga di Tengah Buruknya Udara Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT