Punya Tubuh Bugar, Kok Bisa Atlet Kena Penyakit Jantung? Ini Kata Dokter

ADVERTISEMENT

Punya Tubuh Bugar, Kok Bisa Atlet Kena Penyakit Jantung? Ini Kata Dokter

Hana Nushratu - detikHealth
Sabtu, 03 Des 2022 06:00 WIB
Denmarks Christian Eriksen lays on the ground after collapsing during the Euro 2020 soccer championship group B match between Denmark and Finland at Parken stadium in Copenhagen, Denmark, Saturday, June 12, 2021. (Friedemann Vogel/Pool via AP)
Eriksen mengalami henti jantung di tengah laga di 2020 (Foto: AP/Friedemann Vogel)
Jakarta -

Pesepakbola Christian Eriksen bermain untuk Denmark Piala Dunia 2022 di Qatar. Jika dilihat dari rekam jejaknya dua tahun silam, Eriksen hampir kehilangan nyawanya akibat henti jantung yang membuatnya kolaps saat pertandingan Euro 2020.

Stereotip penyakit jantung umumnya melekat pada lansia atau orang-orang yang memiliki gaya hidup yang kurang sehat. Namun, menurut Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro, Tangerang Selatan, dr Grace Joselini Corlesa, SpKO, henti jantung saat olahraga atau cardiac arrest merupakan salah satu cedera yang harus diwaspadai oleh atlet.

"Salah satu (cedera) yang paling sering ditemui adalah cardiac arrest di tengah-tengah lapangan itu," ujar Grace ditemui tim detikcom di Penang Bistro, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Grace menuturkan, pengidap sakit jantung dibagi menjadi dua kategori usia yakni di atas 35 tahun dan di bawah 35 tahun. Penderita penyakit jantung di atas 35 tahun, umumnya disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Sementara penderita penyakit jantung di bawah 35 tahun disebabkan oleh bawaan lahir atau kongenital.

Seleksi kesehatan para atlet bisa dibilang cukup ketat dengan melakukan pemeriksaan seperti elektrokardiogram (EKG) dan ekokardiografi (USG jantung). Meski demikian, masih banyak yang tidak terdeteksi sehingga banyak yang 'kecolongan' hingga sebagian dari mereka harus meregang nyawa.

"Kadang ada yang tidak terdeteksi dan kelainannya adalah kelainan jantung bawaan," kata Grace.

Jika sudah terdeteksi, para atlet dibawa ke dokter ahli jantung atau kardiologis untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu, pola makan dan jenis latihannya juga diatur guna mengantisipasi serangan jantung ke depannya.



Simak Video "Waspadai Penyakit Jantung pada Anak!"
[Gambas:Video 20detik]
(hnu/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT