Pria Nekat Jalan Kaki 250 Ribu Langkah Seminggu, Dokter Soroti Kemungkinan Risikonya

Pria Nekat Jalan Kaki 250 Ribu Langkah Seminggu, Dokter Soroti Kemungkinan Risikonya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 15 Jan 2025 19:15 WIB
Pria jalan kaki 250 ribu langkah
Foto: TikTok/ JackSuckAtLife
Jakarta -

Seorang pria di Inggris berusia 28 tahun membagikan pengalamannya yang berjalan kaki 250 ribu langkah dalam seminggu dengan rata-rata hariannya 35.700 langkah. Ia melakukannya dengan membagi menjadi dua kali jalan kaki harian, pagi dan sore, yang berlangsung selama beberapa jam.

Pria bernama Jack Massey Welsh itu mengaku ingin melihat perubahan pada tubuhnya setelah berjalan kaki dengan jarak tempuh yang jauh.

Pada hari pertama Jack memulai tantangannya dengan berjalan kaki sebanyak 15.500 langkah di pagi hari selama dua jam, kemudian berjalan kaki sebanyak 14.000 langkah sebelum kemudian mencapai target hariannya dengan berjalan-jalan sebentar bersama anjingnya di malam hari.

Awalnya ia mengaku baik-baik saja dan hanya merasa lelah. Akan tetapi, pada hari kedua, ia mulai merasakan sensasi terbakar dan rasa sakit pada kakinya. Selain nyeri pada kakinya, Jack juga mengalami nyeri pada persendian kakinya. Bahkan di hari terakhir tantangannya atau hari ketujuh, ia mengalami beberapa lepuh, tumit yang sakit, dan pergelangan kaki yang bengkak.

"Sendi-sendi saya tidak bisa lagi berfungsi. Dua hari kemudian, saya masih menunggu pembengkakan di sekitar pergelangan kaki saya berkurang," katanya, dikutip dari NY Post.

ADVERTISEMENT

Spesialis kedokteran olahraga dr Andhika Respati, SpKO mengatakan pada dasarnya jumlah langkah kaki untuk menggambarkan seseorang seberapa aktif dalam sehari. Adapun 8 ribu langkah per hari, kata dr Andhika, sudah menggambarkan seseorang cukup aktif dalam kesehariannya.

"Jadi bicara aktif atau tidak seseorang itu kalau mau melihat langkah kakinya biasanya kita akan targetkan dia di 8.000 sekarang targetnya. Jadi 8.000 langkah per hari untuk target untuk dikatakan seorang cukup aktif lah," katanya dihubungi detikcom, Rabu (15/1/2025).

"Kalau 250 ribu langkah seminggu kan berapa tuh? Berarti 40 ribuan kali ya, kurang lebih. Kurang lebih hampir 40 ribu langkah per hari. Saya rasa sih nggak harus begitu amat juga ya, "imbuhnya lagi.


Menurutnya, olahraga atau latihan fisik yang berlebihan atau melebihi kapasitas seseorang bisa memberikan efek negatif untuk kesehatan, seperti berisiko mengalami cedera.

"Kita kan nggak pengen ya olahraga malah mengakibatkan keluhan lain gitu artinya gara-gara jalan jadi sakit-sakit kalau gerak gitu karena sendinya bermasalah kan kita nggak pengen," kata dr Andhika.

"Sudah oke lah 8 ribu sama tadi, kita lihat. Itu kan dari segi fisikal aktivitas harian. Kita lihat dari jumlah exercise-nya tadi yang pakai durasi, nyampe nggak tuh minimal kan 150 menit per minggu ya," katanya lagi.

"Jadi kalau misalnya memang terasa udah mencapai 150 menit seminggu, kemudian juga jumlah langkah kakinya 8 ribu sehari, udah nggak perlu target tinggi-tinggi lah," sambungnya lagi.

Di sisi lain, dr Andhika mengatakan apabila seseorang berjalan kaki untuk mendapatkan manfaat tubuh menjadi bugar, sebaiknya dilakukan dengan cara tak berlebihan.

Minimal dilakukan, misalnya, 30 menit berjalan kaki dalam satu hari dan tak perlu terlalu fokus berapa jumlah langkah kaki yang didapat saat melakukan aktivitas tersebut.

Pasalnya, kata dr Andhika, saat latihan berjalan kaki, sebaiknya fokus kepada durasi dan kecepatan atau intensitas jalannya, bukan terhadap seberapa banyak langkah kaki saat melakukan olahraga tersebut.

"Misalnya ada 30 menit jalan kaki non-stop di pagi hari selama misalnya tadi 30 menit. Terlepas dari jumlah laki-laki yang mungkin cuma 4 ribu atau 3 ribu, ya biarin aja gitu, enggak apa-apa," katanya.

"ini juga kalau bicara kecepatan, kita cari yang memang nadinya nggak terlalu tinggi atau paling tidak kalau repot pakai heart rate monitor bisa dengan misalnya memantau talk test-nya atau dengan sesulit apa dia ngomong, seengap apa itu juga bisa dijadikan parameter," lanjutnya lagi.