Dunia olahraga musim dingin diguncang oleh dugaan skandal yang sangat tidak biasa. Badan Anti-Doping Dunia (WADA) kini tengah menyelidiki klaim bahwa sejumlah atlet lompat ski melakukan injeksi asam hialuronat (hyaluronic acid) ke penis mereka.
Tujuannya bukan untuk kesehatan, melainkan demi memanipulasi ukuran baju ski agar bisa terbang lebih jauh saat bertanding.
Skandal yang dijuluki "Penisgate" ini pertama kali mencuat lewat laporan surat kabar Jerman, Bild, dan kini menjadi perbincangan hangat di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina.
Dalam olahraga lompat ski, ukuran baju (suit) sangat diatur secara ketat oleh Federasi Ski Internasional (FIS). Ukuran baju ditentukan berdasarkan pemindaian tubuh 3D sang atlet, termasuk pengukuran selangkangan.
Menurut laporan The Guardian, semakin besar permukaan baju ski, semakin besar daya angkat (lift) yang dihasilkan saat atlet berada di udara.
"Setiap sentimeter ekstra pada baju sangat berarti. Jika baju Anda memiliki luas permukaan 5% lebih besar, Anda akan terbang lebih jauh," jelas Sandro Pertile, direktur balapan pria FIS.
Dengan menyuntikkan asam hialuronat, lingkar penis atlet akan membesar secara temporer. Hal ini memanipulasi hasil pemindaian tubuh sehingga atlet diizinkan menggunakan baju ski yang sedikit lebih besar. Luas permukaan ekstra inilah yang memberikan keuntungan aerodinamika ilegal di udara.
Simak Video "Guru Besar FKUI Sebut Kasus dr Icha Bisa Bikin Nakes Enggan Tugas di Daerah"
(kna/kna)