Timnas Indonesia harus mengakui ketangguhan timnas Bulgaria pada ajang FIFA Series 2026. Anak asuh John Herdman kalah tipis 0-1 di kandang.
Laga Indonesia vs Bulgaria tersaji di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Senin (30/3/2026). Hasil ini membuat timnas Indonesia harus puas menjadi runner up.
Terlepas dari hasil yang kurang memuaskan ini, Calvin Verdonk berhasil tampil solid di lini tengah timnas Indonesia. Ia seperti ada di mana-mana dan tidak ada capeknya menjaga stabilitas tim.
Napas Kuda ala Calvin Verdonk
Verdonk tampil penuh 90 menit di laga malam tadi. Stabilitas permainan skuad Garuda yang sukses mengurung Bulgaria bisa dikatakan berkat penampilan apik pemain Lille OSC tersebut.
Untuk bisa tampil bertahan dan menyerang sama baiknya, salah satu faktor yang berpengaruh adalah VO2 max pemain.
Dikutip dari Harvard Health, VO2 max adalah cara objektif untuk mengetahui seberapa bugar seseorang. VO2 max yang tinggi berkorelasi dengan kebugaran fisik yang lebih baik dan dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah serta peningkatan umur panjang.
Huruf V pada VO2 max berarti volume, sedangkan O2 berarti oksigen. Dengan demikian, VO2 max mengukur seberapa banyak oksigen yang dikonsumsi tubuh saat berolahraga. Biasanya, VO2 max diukur dalam ml/kg/menit (mililiter oksigen yang dikonsumsi per kilogram berat badan per menit olahraga).
Salah satu faktor yang bisa menjawab mengapa seorang atlet seperti Verdonk bisa terus berlari hingga 90 menit lamanya adalah karena dirinya kemungkinan memiliki VO2max di atas rata-rata.
Simak Video "Video: Assist Verdonk Tak Mampu Selamatkan Lille dari Kekalahan"
(dpy/up)