Fans Arsenal 'Full Senyum', Ini Efek Bahagia ke Kesehatan Tubuh

Fans Arsenal 'Full Senyum', Ini Efek Bahagia ke Kesehatan Tubuh

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Selasa, 05 Mei 2026 13:04 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 2: Viktor Gyokeres of Arsenal celebrates after scoring his second goal with Declan Rice of Arsenal, Eberechi Eze of Arsenal, and Leandro Trossard of Arsenal during the Premier League match between Arsenal and Fulham at Emirates
Foto: Getty Images/Vince Mignott/MB Media
Jakarta -

Hasil imbang Manchester City di markas Everton beri keuntungan besar buat Arsenal di puncak klasemen. Gooners, fans dari Meriam London, hari ini sumringah dibuatnya.

The Citizens ditahan imbang 3-3 oleh The Toffees dalam laga yang berlangsung di Hill Dickinson Stadium, Selasa (5/5/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat, Arsenal bisa menentukan nasibnya sendiri untuk juara Liga Inggris.

Ternyata, efek dari rasa bahagia pada seseorang nggak hanya sekadar bikin senyum-senyum doang di kantor. Lebih dari itu, meskipun tidak langsung, rasa senang bisa 'mengundang' lebih banyak hal baik terkait kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurunkan Produksi Hormon Stres

Dikutip dari Healthline, Saat seseorang merasa bahagia, tubuh akan menurunkan produksi hormon stres seperti kortisol.

Sebaliknya, hormon 'feel good' seperti endorfin dan dopamin meningkat. Kondisi ini membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi risiko gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.

ADVERTISEMENT

Sistem Pencernaan Lebih Lancar

Terdengar aneh, namun rasa bahagia dapat membuat sistem pencernaan seseorang lebih lancar, sehingga tidak mengganggu aktivitas buang air besar.

Di tubuh, ada yang namanya sistem saraf otonom. Ini bertanggung jawab atas semua yang dilakukan tubuh tanpa usaha sadar, seperti bernapas, pencernaan, dan pelebaran pupil.

Segala jenis rangsangan emosional dapat memengaruhi otot polos yang terletak di dinding organ seperti lambung, usus, dan kandung kemih. Otot-otot ini bertanggung jawab pada aliran darah dan pergerakan makanan melalui sistem saluran pencernaan.

Dikutip dari Everyday Health, sebuah studi yang terbit pada tahun 2020 berjudul 'Does Happiness Improve Health? Evidence From a Randomized Controlled Trial' membuktikan bahwa ada banyak bukti yang menghubungkan tingkat kesejahteraan subjektif dengan manfaat kesehatan.

Beberapa manfaat kesehatan yang didukung oleh penelitian tersebut meliputi:

  • Kesehatan jantung yang lebih baik
  • Fungsi kekebalan tubuh yang lebih baik
  • Umur yang lebih panjang
  • Perkembangan penyakit yang lebih lambat
  • Pemulihan lebih cepat dari cedera atau penyakit
  • Pengurangan rasa sakit
  • Tingkat stres dan kecemasan yang lebih rendah
  • Tidur lebih nyenyak

Simak juga Video Arsenal Kian Dekat dengan Double Winner? Arteta: Selangkah Lagi

Halaman 2 dari 2
(dpy/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads