Viral Komunitas 'Slow Jogging' di Korsel, Lari Lambat yang Ampuh Bakar Lemak

Viral Komunitas 'Slow Jogging' di Korsel, Lari Lambat yang Ampuh Bakar Lemak

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Rabu, 08 Jul 2026 07:30 WIB
Ilustrasi Jogging atau Lari Pagi
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Anggapan bahwa olahraga lari harus selalu melelahkan, membuat napas terengah-engah, dan menyiksa fisik kini mulai bergeser. Di Korea Selatan, saat ini tengah viral sebuah tren olahraga baru yang dinamakan slow jogging.

Sesuai namanya, slow jogging adalah berlari dengan sangat lambat, dengan tetap bisa mengobrol santai dan tertawa bersama teman di sebelahnya. Secara teknis, kecepatan slow jogging hanya berkisar antara 3 hingga 5 kilometer per jam (km/jam), alias hampir setara atau hanya sedikit lebih cepat dari ritme jalan kaki santai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Riset medis membuktikan bahwa slow jogging justru membakar energi jauh lebih besar. Saat berlari perlahan, otot-otot besar seperti paha depan, bokong, dan punggung bawah aktif bekerja secara konstan.

ADVERTISEMENT

[Gambas:Instagram]

Alhasil, pengeluaran energi dan pembakaran kalori dari aktivitas ini mencapai dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan jalan kaki biasa. Bagi yang sedang berjuang memangkas lemak perut, olahraga ini bisa menjadi solusi instan yang menyenangkan.

Sejarah Perkembangan dan Kiprah Asosiasi di Korea

Dikutip dari laman Slow Jogging Korea, metode olahraga ini sebenarnya dikembangkan oleh mendiang Profesor Hiroaki Tanaka dari Departemen Ilmu Olahraga Universitas Fukuoka, Jepang, setelah melalui riset mendalam selama lebih dari 40 tahun. Gerakan ini mendunia setelah disiarkan oleh stasiun TV Jepang, NHK, pada tahun 2009.

Di tahun 2015. perwakilan dari Korea Selatan, Jung Ra-hye, bertolak langsung ke Jepang untuk mengadopsi teknik dan metode pengajaran langsung dari Profesor Hiroaki Tanaka. Langkah ini menjadi fondasi awal penyebaran slow jogging di Korea Selatan.

Pada tahun 2016, Ketua Asosiasi Slow Jogging Jepang, Ujiayama, bersama Prof. Tanaka diundang ke Korea untuk menandatangani perjanjian kerja sama bilateral sekaligus mendirikan Korea Slow Jogging Association. Sejak saat itu, sertifikasi pelatih dan edukasi metode ini resmi dikomersialkan dan komunitasnya berkembang hingga saat ini.




(kna/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads