Cedera saat Tarik Tambang? Ini yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan

Cedera saat Tarik Tambang? Ini yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Senin, 17 Agu 2026 06:06 WIB
Lomba tarik tambang hingga balap karung meriahkan Hari Bhayangkara ke-80 di Pulau Tidung, Rabu (1/7/2026).
Lomba tarik tambang (Foto: Rizky Adha/detikcom)
Jakarta -

Tarik tambang menjadi salah satu lomba yang hampir selalu hadir dalam perayaan 17 Agustus. Meski terlihat sederhana, permainan ini membutuhkan kekuatan dan tarikan tubuh yang cukup besar.

Tak jarang, peserta mengalami cedera karena terjatuh, kehilangan keseimbangan, atau terlalu kuat menahan tarikan lawan. Cedera bisa berupa keseleo, otot tertarik, hingga cedera pada lutut, bahu, pergelangan tangan, dan punggung.

Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi dr Oryza Satria, SpOT(K) dari Mayapada Hospital mengatakan ada hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menemukan cedera imbas tarik tambang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prinsip pertama adalah jangan panik dan jangan mencoba 'membetulkan' sendiri sendi yang terlihat bergeser," kata dr Oryza kepada detikcom, Minggu (16/8/2026).

"Kalau bahu, siku, jari, atau pergelangan tampak berubah bentuk, hentikan aktivitas dan pertahankan anggota tubuh pada posisi yang paling nyaman. Bisa diberikan penyangga sederhana, kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan untuk evaluasi," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Jika cedera terjadi di jaringan lunak, dr Oryza menyarankan untuk melakukan kompres dingin sambil mengistirahatkan bagian yang cedera. Lakukan juga elevasi pada bagian yang cedera jika memungkinkan.

"Luka lecet sebaiknya dibersihkan dengan air mengalir dan ditutup dengan balutan bersih," katanya.

dr Oryza menekankan jangan sekali-kali menarik atau memijat keras anggota tubuh yang cedera, memaksakan posisi sendi kembali ke normal, atau menyuruh menggerakkan tanpa perhitungan.



(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads