Perbincangan soal cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) menjadi ramai belakangan ini, setelah salah satu member grup idola asal Korea Selatan, Hoshi SEVENTEEN, mengalami cedera ACL saat bertugas wajib militer.
Kabar ini tak pelak memicu keprihatinan para penggemar, sekaligus mengundang pertanyaan besar dari masyarakat awam karena anggapan ACL hanya bisa menimpa atlet profesional.
Jadi, apakah mitos tersebut benar adanya? Bagaimana risiko cedera ACL pada orang biasa yang melakukan aktivitas sehari-hari?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fungsi ACL
Secara anatomis, ACL merupakan salah satu dari empat ligamen utama yang berada di dalam sendi lutut. ACL terletak di bagian tengah depan dan berfungsi menjaga stabilitas sendi yang menghubungkan tulang paha dengan tulang kering.
Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Kecelakaan Olahraga, Dr dr Bobby Natanel Nelwan, Sp.OT (K) mengibaratkan fungsi ligamen ini seperti mur dan baut pada kendaraan.
Tanpa adanya ligamen yang stabil, gesekan antartulang akan merusak bantalan sendiri dan tulang rawan.
"ACL berguna untuk menjaga agar tulang yang di bawahnya, yang membentuk sendi ini, yaitu tulang kering itu tidak bergeser ke depan," jelas dr Bobby kepada detikcom ketika diwawancarai, Rabu (16/9/2026).
Apakah Hanya Atlet yang Bisa Cedera ACL?
Banyak orang mengira cedera ACL adalah "penyakit khas" atlet sepak bola dan basket. Namun, dr Bobby menegaskan, cedera ACL sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja.
Hal tersebut bergantung dari mobilitas gerakan tubuh manusia itu sendiri, sehingga siapa saja bisa mengalaminya, mulai dari atlet, penari profesional, personel militer, hingga pekerja kantoran.
"Jadi bukan hanya masalah olahraga. Tapi aktivitas yang membuat ACL itu, misalnya kaki kita terpuntir lalu tegang ligamennya itu mudah putus," katanya.
Selanjutnya, ia menambahkan, cedera ini tidak selalu dipicu oleh latihan intensitas tinggi berbulan-bulan, melainkan bisa terjadi secara tiba-tiba akibat salah posisi, tersandung, atau gerakan memutar (pivot) yang mendadak.
"Jadi bukan hanya untuk kalau cedera olahraga saja, misalnya basket atau sepak bola atau taekwondo itu bisa menyebabkan cedera. Tapi kegiatan harian pun bisa misalnya lari, hiking lalu tersandung jatuh pada waktu latihan Itu bisa. Bahkan di militer itu cukup banyak". Ucapnya.
Orang Awam Malah Lebih Rentan Terkena
Menariknya, dr Bobby mengungkap, kasus cedera ACL di lapangan justru paling banyak ditemukan pada masyarakat awam atau pelaku olahraga amatir dibandingkan atlet profesional.
Faktor utamanya terletak pada ketidakseimbangan antara kekuatan ligamen dan kekuatan otot-otot di sekitar lutut.
Pada atlet profesional, otot pendukung lutut biasanya dilatih secara teratur oleh tim medis dan pelatih. Sebaliknya, orang awam sering kali nekat melakukan olahraga berat tanpa persiapan otot yang memadai.
"Ingat bahwa lutut itu kekuatan banyak, selain dari otot dan juga selain dari ligamen ada juga otot-otot sekitar. Tetapi, fungsi utama untuk stabilitas adalah ligamen," paparnya.
"Nah, kalau orang-orang awam kan ligamennya kuat Tapi ototnya nggak terlalu kuat Jadi mudah Sedangkan dia mau lakukan olahraga yang hebat gitu misalnya basket, sepak bola. Sehingga mereka mudah untuk putus," lanjutnya.
Sebagai penutup, ia mengimbau, agar tidak mengabaikan rasa tidak nyaman atau cedera pada area lutut. Membiarkan cedera ACL tanpa penanganan medis yang tepat hanya akan mempercepat kerusakan permanen pada organ lutut lainnya.
Simak Video "Catat! Ini Hal yang Boleh hingga Dilarang Dilakukan Penderita ACL"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)










































