Momen gol penentu Mitchell Baker bisa membuat suporter mengalami berbagai reaksi spontan. Ada yang berteriak, melompat, merinding, hingga merasa seperti jantungnya "setop" sesaat, tapi apakah benar organ ini memang bisa berhenti?
Indonesia sendiri memastikan tempat di final FIFA Asean Cup 2026 usai mengalahkan Bangladesh 9-2 pada Kamis (2/10) di Stadion Gelora Bung Karno.
Ditanya mengenai hal ini, Spesialis Jantung Konsultan Pembuluh Darah Ahli Ilmu Faal Olahraga, Dr dr Vito A Damay, SpJP(K) mengatakan sensasi jantung seolah berhenti berdetak selama beberapa detik sebenarnya tidak berarti organ tersebut benar-benar berhenti bekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perasaan itu dapat muncul ketika tubuh mengalami perubahan mendadak akibat emosi yang sangat kuat saat menonton pertandingan.
"Saat Ole hampir mencetak gol atau Audero melakukan penyelamatan, kita mendadak kaget, tegang, lalu mungkin lega. Perubahan emosi yang cepat ini mengaktifkan saraf simpatis. Ibarat menginjak pedal gas pada jantung," kata dr Vito saat dihubungi detikcom, Jumat (2/10/2026).
"Akibatnya, jantung dapat berdetak lebih cepat dan memompa lebih kuat. Denyut yang sebelumnya tidak kita perhatikan tiba-tiba terasa jelas di dada. Pengalaman mendadak inilah yang sering kita ungkapkan sebagai, 'Jantung saya seperti berhenti'," sambungnya.
Namun, dr Vito menekankan bahwa 'jantung berhenti' ini bisa juga menjadi tandanya ada masalah pada organ tersebut, sehingga perlunya pemeriksaan lebih lanjut.
"Pada sebagian orang, ada kemungkinan muncul denyut yang datang lebih awal dari jadwalnya, disebut denyut prematur. Denyut awal ini bisa terasa lemah atau tidak terasa, kemudian diikuti jeda singkat dan denyut berikutnya yang lebih kuat," katanya.
"Dalam medis memang ada istilah pause, yaitu jeda pada irama jantung. Namun, untuk mengetahui apakah benar terjadi jeda atau gangguan irama, kita perlu rekaman listrik jantung, seperti EKG atau alat pemantau irama," sambungnya.
Kalau sensasinya sering berulang, sebaiknya diperiksa. Bila disertai nyeri dada, sesak napas, atau hampir pingsan, segera cari pertolongan medis.
"Tapi kalau kaget saja ya kemungkinan itu memang karena respon alami jantung kita," tutup dr Vito.
(dpy/up)










































