Tren Unik Flexing Heart Rate

Heart Rate Tinggi Bikin Insecure? Dear Pelari Kalcer, Ada Pesan dari Dokter Jantung

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Sabtu, 03 Okt 2026 12:05 WIB
Tren unik flexing heart rate (Foto: infografis detikHealth)
Jakarta -

Olahraga lari sedang digemari dan menjelma gaya hidup kekinian. Namun, di balik serunya running culture, ada standar tak tertulis di media sosial yang sering kali membuat risih: pamer Heart Rate (HR) rendah di pace kencang.

Angka HR rendah di layar smartwatch mendadak jadi simbol kebugaran dan justru berbelok jadi ajang flexing, adu gengsi dan validasi di media sosial.

Dampaknya, tak sedikit pelari amatir yang merasa insecure saat angka HR mereka justru meroket tinggi walau sedang tidak berlari kencang.

Jantung Atlet vs Pelari Amatir

Mengapa jantung atlet bisa tetap tenang di HR rendah saat berlari cepat, sementara pelari amatir baru lari sebentar saja HR-nya langsung melejit?

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dr dr Isman Firdaus, SpJP(K), FIHA, FESC, FSCAI menjelaskan, lonjakan HR yang cepat pada pelari pemula atau amatir adalah hal yang sangat alamiah karena otot jantung belum terbiasa dengan aktivitas berlari berat.

"Kan kalau kita lari kan berarti pompa jantung kerjanya lebih kuat kan. Yang biasanya kerjanya biasa, tiba-tiba disuruh lebih kuat. Jantung butuh waktu untuk beradaptasi," ujar dr Isman kepada detikcom, Selasa (29/9/2026).

Saat seseorang yang belum terbiasa mulai berlari, kebutuhan oksigen tubuh meningkat drastis. Karena volume pompa sekali denyut (stroke volume) jantung amatir belum sebesar atlet, pemacu alami jantung terpaksa berdenyut lebih cepat untuk memenuhi oksigen tubuh.

"Dalam mencapai heart rate, orang yang baru mulai, baru jalan sebentar kadang-kadang heart rate-nya naik cepat. Baru 2 km, 1 km, sudah 150-160 (HR-nya). Tapi, kalau yang sudah rutin, baru jalan 2 km saja paling bisa hanya 90 atau 110," katanya.

Oleh karenanya, bukan menjadi sebuah tanda kegagalan jika HR pelari amatir menyentuh angka 150 hingga 160 BPM (Beat Per Minute) meski baru berlari ringan. Hal tersebut adalah respons fisiologis normal dari jantung yang sedang beradaptasi.



Simak Video "Video Mitos-Fakta: Jantung Bocor, Penyebab hingga Gejalanya"


(aur/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork