Viral Tren 'Flexing' Resting Heart Rate, Makin Rendah Artinya Sehat? Ini Faktanya

Viral Tren 'Flexing' Resting Heart Rate, Makin Rendah Artinya Sehat? Ini Faktanya

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Kamis, 08 Okt 2026 14:13 WIB
Young woman checking progress on smart watch. Female runner looking at smart watch heart rate monitor.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/jacoblund)
Jakarta -

Resting Heart Rate (RHR) atau detak jantung istirahat belakangan menjadi salah satu hal yang bisa dibanggakan, khususnya bagi para pegiat olahraga kebugaran. Tapi, benarkah makin rendah makin sehat?

Sebagai informasi, RHR adalah jumlah denyut jantung per menit saat tubuh berada dalam kondisi tenang dan tidak beraktivitas sama sekali, bukan saat sedang berolahraga.

Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito A Damay, SpJP(K) memang berhubungan dengan kondisi kesehatan jantung seseorang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena kalau dia lebih tinggi, artinya sebenarnya risikonya lebih tinggi juga. Karena itu berkaitan dengan metabolisme," kata dr Vito di sela-sela peluncuran HUWEI WATCH GT 7, di Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

ADVERTISEMENT

"Nah kalau bagusnya harusnya dia di 60-an bpm, ketika lagi tidur, lagi diem maksudnya ya," sambungnya.

Tentunya, angka ini bisa lebih rendah lagi. Menurut dr Vito, mereka yang rajin olahraga dapat menekan RHR mereka.

"Kalau orang sangat rajin olahraga, marathon atau rajin olahraga aerobik malah bisa 40 atau 50 (bpm) waktu tidur. Sangat rendah dan itu tidak apa-apa," tutupnya.



(dpy/up)
Tren Flexing Heart Rate
10 Konten
Ribut-ribut antara dokter jantung vs netizen kembali meramaikan jagat maya. Kali ini, pendapat dokter jantung tentang HR Max atau denyut jantung maksimal saat berolahraga didebat oleh netizen yang merasa hitungan sang pakar tidak masuk logikanya.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads