Resting Heart Rate (RHR) atau detak jantung istirahat belakangan menjadi salah satu hal yang bisa dibanggakan, khususnya bagi para pegiat olahraga kebugaran. Tapi, benarkah makin rendah makin sehat?
Sebagai informasi, RHR adalah jumlah denyut jantung per menit saat tubuh berada dalam kondisi tenang dan tidak beraktivitas sama sekali, bukan saat sedang berolahraga.
Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito A Damay, SpJP(K) memang berhubungan dengan kondisi kesehatan jantung seseorang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kalau dia lebih tinggi, artinya sebenarnya risikonya lebih tinggi juga. Karena itu berkaitan dengan metabolisme," kata dr Vito di sela-sela peluncuran HUWEI WATCH GT 7, di Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).
"Nah kalau bagusnya harusnya dia di 60-an bpm, ketika lagi tidur, lagi diem maksudnya ya," sambungnya.
Tentunya, angka ini bisa lebih rendah lagi. Menurut dr Vito, mereka yang rajin olahraga dapat menekan RHR mereka.
"Kalau orang sangat rajin olahraga, marathon atau rajin olahraga aerobik malah bisa 40 atau 50 (bpm) waktu tidur. Sangat rendah dan itu tidak apa-apa," tutupnya.
(dpy/up)










































