GBK Full House Jelang Indonesia Vs Thailand, Dokter Ingatkan Risiko Dehidrasi

GBK Full House Jelang Indonesia Vs Thailand, Dokter Ingatkan Risiko Dehidrasi

detikHealth
Senin, 05 Okt 2026 10:07 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Euforia suporter mulai terasa di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026).
Euforia suporter Timnas Indonesia di GBK (Foto: Rifki Afifan Pridiasto/detikFoto)
Jakarta -

Panitia penyelenggaran mengonfirmasi 67 ribu tiket Timnas Indonesia vs Timnas Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 terjual habis alias sold out. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akan full house.

Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup berlangsung pada Senin (5/10/2026) malam WIB. Kedua tim sudah bertemu empat kali di partai final sepanjang sejarahnya, yang mana semuanya terjadi Piala AFF/Piala Tiger.

Namun, di balik antusiasme suporter Timnas Indonesia, ada risiko dehidrasi yang harus menjadi perhatian. Pasalnya, suporter mungkin akan antre lebih panjang, berdiri lebih lama, dan bersorak lebih kencang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditanya mengenai hal ini, dokter spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK AIFO-K FINEM mengatakan suporter juga perlu menjaga hidrasi tubuhnya, bahkan sebelum memasuki stadion.

ADVERTISEMENT

"Yang paling penting jangan menunggu haus baru minum. Suporter sebaiknya sudah cukup minum sebelum masuk stadion, kemudian tetap minum sedikit-sedikit secara berkala selama pertandingan," kata dr Raissa saat dihubungi detikcom, Senin (5/10/2026).

"Karena meskipun malam hari, kondisi stadion yang padat, banyak berdiri, berjalan, mengantre, berteriak, ditambah suhu yang hangat tetap bisa membuat tubuh kehilangan cukup banyak cairan melalui keringat," sambungnya.

dr Raissa menambahkan bahwa setiap orang tentu memiliki kebutuhan cairan yang berbeda. Hal ini tergantung pada berat badan, suhu, aktivitas, dan seberapa banyak berkeringat.

"Sebagai gambaran, dalam kondisi cukup panas dan aktif bisa minum sekitar 200-250 mL setiap 20-30 menit," katanya.

"Tidak perlu langsung minum banyak sekaligus, lebih baik sedikit-sedikit tetapi rutin. Kalau berkeringat sangat banyak, minuman yang mengandung elektrolit juga bisa menjadi pilihan," lanjutnya.

Dirinya menekankan bahwa jangan sampai menunggu haus berat baru tubuh diberikan cairan. Hal ini agar terhindar dari masalah yang lebih serius, dan tetap bisa menyaksikan Kevin Diks dan kawan-kawan dengan nyaman.

"Mulut mulai kering, haus, urine semakin sedikit atau warnanya lebih pekat, mulai sakit kepala, lemas atau pusing itu sudah menjadi tanda tubuh membutuhkan cairan," tutupnya.



(dpy/dpy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads