detikhealth

Selain Hipertensi, Studi Sebut Asupan Garam Tinggi Picu Risiko Diabetes

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 18/09/2017 13:55 WIB
Selain Hipertensi, Studi Sebut Asupan Garam Tinggi Picu Risiko DiabetesTak hanya menyebabkan hipertensi, asupan garam berlebih juga memicu diabetes/Foto: iStock/Istimewa
Jakarta, Selain tekanan darah tinggi atau hipertensi, asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan risiko diabetes. Temuan menunjukkan bahwa untuk setiap 2,5 gram garam ekstra atau setara dengan setiap gram sodium ekstra yang dikonsumsi per hari, ada peningkatan rata-rata 43 persen risiko diabetes tipe 2.

Orang yang mengonsumsi lebih dari 7,3 gram garam sehari menunjukkan 72 persen peningkatan risiko dibandingkan dengan yang paling rendah di bawah 6 gram, seperti dilansir dari laman The Indian Express.

Menurut peneliti dari Institute of Environmental Medicine (IMM), Karolinska Institutet di Swedia, sebanyak 40 persen garam memungkinkan memberikan efek langsung pada resistensi insulin. Sehingga meningkatkan tekanan darah tinggi dan penambahan berat badan.

Baca juga: Garam Laut yang Kita Makan Terancam Pencemaran Plastik

Asupan garam yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan risiko tinggi mengembangkan Latent Autoimmune Diabetes in Adults (LADA), suatu bentuk diabetes tipe 1 di mana sel penghasil insulin di pankreas dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh sendiri.

Studi tersebut menunjukkan bahwa pengaruh asupan sodium terhadap risiko pengembangan LADA lebih besar lagi, dengan kenaikan 73 persen untuk setiap gram sodium yang dikonsumsi per hari. Pasien dengan genotipe leukosit berisiko tinggi atau Human Leucocyte Antigen (HLA) yang asupan sodiumnya digolongkan tinggi (lebih dari 3,15 gram per hari) hampir empat kali lebih mungkin untuk mengembangkan LADA daripada yang mengonsumsi yang terendah (di bawah 2,4 gram per hari).

"Kami mengonfirmasi hubungan antara asupan sodium dan diabetes tipe 2 di mana asupan sodium yang tinggi dapat menjadi faktor risiko LADA, terutama pada pembawa genotipe HLA berisiko tinggi," kata Bahareh Rasouli dari IMM, saat mempresentasikan makalah di pertemuan tahunan Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes (EASD) 2017 di Lisbon.

Baca juga: Langka atau Tidak, Konsumsi Garam Indonesia Memang Harus Dibatasi(hrn/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit