detikhealth

Diet Ketogenik Paling Lama 2 Bulan, Ini Risikonya Kalau Berlebihan

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Selasa, 03/10/2017 15:07 WIB
Diet Ketogenik Paling Lama 2 Bulan, Ini Risikonya Kalau BerlebihanDiet ketogenik tidak baik dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Foto: Thinkstock
Jakarta, Menurunkan berat badan dengan diet ketogenik benar-benar diminati banyak orang karena prosesnya yang terbilang cepat. Tapi bukan berarti diet ini dapat dilakukan secara terus menerus.

"Diet ini sebaiknya dilakukan jangka pendek saja, 2-3 minggu atau paling lama 2 bulan dan setelah itu kembali mengonsumsi karbohidrat dengan indeks gula darah rendah seperti nasi merah, roti gandum, buah dan sayur," kata dr Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, pendiri lightHOUSE Indonesia di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sebab, menurut dr Grace jika melakukan diet ini dengan jangka waktu yang panjang, dikhawatirkan akan muncul efek-efek yang justru tidak menyehatkan tubuh salah satunya adalah sembelit.

"Ini kan serat yang diasupnya sedikit sekali ya, ini bisa jadi sembelit jika dilakukan jangka panjang. Dehidrasi juga bisa jadi penyebabnya," terangnya.

Baca juga: Tren Diet Keto Ternyata Dipakai Juga Oleh Selebriti Lho

Bahkan jika dilakukan lebih lama mungkin saja seseorang mengidap batu ginjal karenanya. Kok bisa ya?

"Karena tubuh terlalu asam, itu untuk ambil basa tubuh akan ambil kalsium untuk netralisir si asamnya tadi. Karena itu orang bisa jadi kena batu ginjal," kata dr Grace.

Di samping itu, juga diet ini membuat seseorang mudah pipis, terjadi juga gangguan elektrolit. Bahkan jika dilakukan terlalu ekstrem dan panjang, orang tersebut akan mengalami osteoporosis.

Baca juga: Ampuh Turunkan Berat Badan, Diet Keto Dulunya untuk Obati Epilepsi(ajg/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit