Selasa, 12 Jan 2021 20:00 WIB

Seputar Mitos-Fakta, Benarkah Makin Tua Jumlah Sperma 'Menipis'?

Kanya Anindita - detikHealth
ilustrasi sperma Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Sel sperma adalah sebuah sel dalam sistem reproduksi laki-laki yang dikeluarkan bersamaan dengan air mani saat mereka sedang berejakulasi. Sel sperma berperan dalam pembuahan bersamaan dengan sel telur pada wanita.

Meskipun banyak orang sudah mengetahui tentang sel sperma, masih ada beberapa hal yang merupakan mitos dari sel sperma. Kebanyakan dari mereka susah membedakan keduanya.

Dikutip dari Medicalnewstoday, berikut fakta dan mitos seputar sel sperma:

Fakta sperma

1. Sperma dan air mani tidak sama

Sel sperma adalah gamet jantan. Fungsi sel-sel ini adalah menemukan gamet betina atau dikenal dengan sel telur yang akan digunakan untuk melebur saat proses reproduksi, sehingga terjadi pembuahan.

Dalam proses ini, sperma masuk ke dalam vagina dengan cara dikeluarkan melalui penis yang disebut ejakulasi. Ketika ini terjadi, sperma masuk ke dalam cairan yang dibuat oleh organ seks pria. Campuran sperma dan cairan ini disebut air mani.

2. Sperma membutuhkan waktu lama untuk diproduksi

Proses menghasilkan sperma dikenal sebagai spermatogenesis. Testis yang merupakan alat reproduksi pria berfungsi menghasilkan sperma. Di dalam testis ada tabung kecil yang disebut tubulus seminiferus.

Hormon memasuki tubulus yang menampung sel germinal. Dengan bantuan hormon ini, seperti testosteron, sel germinal membelah dan berubah beberapa kali. Mereka secara bertahap berubah menjadi spermatid yang merupakan sel sperma muda.

Setelah itu, spermatid tumbuh dan matang menjadi spermatozoa, masing-masing dengan kepala dan ekor seperti kecebong. Peneliti memperkirakan proses ini memakan waktu sekitar 74 hari.

3. Pilihan gaya hidup dapat memengaruhi jumlah sperma

Ada beberapa bukti bahwa pilihan gaya hidup dapat memengaruhi jumlah sel sperma saat ejakulasi. Satu penelitian besar menemukan bahwa merokok dapat berpotensi menurunkan jumlah sperma.

Selain itu, perubahan pola makan juga memengaruhi jumlah sperma. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar vitamin D dalam tubuh dapat meningkatkan produksi sperma.

Bagaimana dengan mitos tentang sel sperma?

Simak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Selain Bikin Tak Bisa Ereksi, Kebiri Kimia Juga Ancam Nyawa Predator Seksual"
[Gambas:Video 20detik]