Sabtu, 22 Mei 2021 19:00 WIB

Rutin Bercinta Bisa Menunda Menopause? Ini Kata Ahli

Yuviniar Ekawati - detikHealth
ilustrasi pasangan bercinta Ilustrasi. Foto: thinkstock
Jakarta -

Menopause merupakan hal yang normal dan akan terjadi pada setiap perempuan di dunia. Semakin bertambahnya usia, waktu untuk perempuan mengalami menopause akan semakin dekat.

Secara khusus menopause didefinisikan sebagai waktu 12 bulan setelah seorang wanita mengalami menstruasi terakhirnya, menurut National Institute on Aging (NIA).

Beberapa perempuan mungkin cemas untuk menghadapi waktu menopause tiba dengan berbagai alasan. Terlebih selama transisi menuju masa menopause atau disebut pramenopause, banyak perempuan yang mengalami perubahan pada tubuhnya.

Dikutip dari Health, perubahan itu termasuk dalam siklus menstruasi, hot flashes, dan muncul gejala lainnya yang disebabkan oleh tubuh yang memproduksi lebih sedikit hormon estrogen.

Di Amerika sendiri, rata-rata perempuan mengalami menopause pada usia 51 tahun. Tetapi, bercinta secara rutin ternyata dapat menunda terjadinya menopause, lho.

Berdasarkan penelitian New Study Women, ditemukan perempuan yang berhubungan seks lebih dari sekali setiap bulan akan mengalami menopause lebih lambat daripada yang tidak.

"Ada kecenderungan perempuan yang menikah mengalami menopause di kemudian hari," kata Megan Arnot, peneliti dan kandidat PhD di University College London. Dia memperkirakan hal itu terjadi karena tubuh beradaptasi dengan frekuensi seksual orang tersebut.

Meskipun saat menuju masa menopause atau perimenopause perempuan akan merasa gairah untuk melakukan hubungan seksual semakin menurun seiring waktu.

Meski begitu, rutin berhubungan seks ternyata belum punya cukup bukti untuk dapat menunda menopause. Penulis Ruth Mace, seorang profesor antropologi evolusi di University College London, dengan cepat menunjukkan bahwa bercinta di usia 40 sampai 50 tetap akan mendorong terjadinya menopause.

"Kami mengontrol berbagai variabel, termasuk tingkat hormon estrogen, merokok, dan BMI, dan hubungannya tetap ada, tetapi itu tidak berarti bahwa perilaku seksual menunda menopause," katanya.

Meski begitu seks memang dapat mengubah kadar hormon pada tubuh seseorang, sehingga rutin melakukan hubungan seksual mungkin dapat menunda menopause.

Mary Jane Minkin, MD, seorang profesor klinis dari ilmu kebidanan dan ginekologi dan reproduksi di Yale University Medical School mengatakan bahwa hal yang memiliki kemungkinan lebih besar seseorang mengalami menopause di usia yang lebih lanjut dipengaruhi kondisi genetik.

"Korelasi terbaik yang saya tahu adalah riwayat keluarga. Jika ibu dan saudara perempuan mengalami menopause nanti, kemungkinan besar Anda akan mengalami menopause nanti," katanya.



Simak Video "Nyeri Hebat saat Menstruasi Bisa Mandul? Ini Penjelasan Dokter!"
[Gambas:Video 20detik]
(Yuviniar Ekawati/fds)