Sabtu, 17 Jul 2021 20:02 WIB

Jangan Diabaikan! Ini 5 Tanda Jika Pria Kecanduan Seks

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Young female holding hands sensually on red silk bed. Ilustrasi seks. (Foto: iStock)
Jakarta -

Kecanduan seks mengacu pada perilaku seksual yang telah menjadi kompulsif, tidak lagi hanya demi kesenangan itu sendiri dan mengarah pada dampak negatif yang secara serius mengganggu hubungan dan pekerjaan seseorang.

Kecanduan seks sering melibatkan kontak seksual dengan satu atau beberapa orang. Seseorang mungkin dianggap kecanduan karena konsumsi pornografi yang ekstrem, saluran internet seperti ruang obrolan yang sensual, atau berhubungan seks dengan orang asing.

Misalnya, jika seorang pria mulai melihat pornografi selama berjam-jam sehari, dia akan mulai percaya bahwa yang diperlihatkan benar-benar mewakili cara orang-orang bercinta di dunia nyata.

Saat harapannya melambung, dia mendapati dirinya kehilangan minat pada istri yang sebelumnya dia anggap memikat secara seksual. Pencariannya untuk memuaskan gairah seksual membuat pekerjaan dan keluarga tampak membosankan jika dibandingkan.

Berikut adalah 5 perilaku yang mengindikasikan kecanduan seks pada pria.

1. Kehilangan minat pada pasangan seksual saat ini

Ketika seorang pria tiba-tiba berhenti menginginkan seks, itu bisa sangat mengganggu hubungan.

Tentunya setiap pasangan memiliki tingkat keinginan yang berbeda-beda dalam bercinta. Tetapi penarikan total dari hubungan seksual untuk waktu yang lama dapat menjadi tanda peringatan bahwa energi seksualnya menuju ke arah yang berbeda.

2. Hilangnya fungsi seksual

Kebiasaan menonton poronografi membuat banyak pria muda mengalami disfungsi ereksi dan ejakulasi yang tertunda saat berhubungan seksual.

Ketika seorang pria melihat banyak gambar erotis sebelum mencapai klimaks, dopaminnya naik ke tingkat kegembiraan yang tidak dapat ditandingi dalam hubungan seks dengan pasangannya.

Pada dasarnya, dia mulai mengkondisikan tubuhnya untuk membutuhkan tingkat gairah yang tinggi ini dan kemampuannya untuk berfungsi dengan pasangan mungkin menurun.

3. Banyak waktu yang dihabiskan untuk aktivitas seksual

Ketika kebiasaan pornografi seorang pria mulai menyita banyak waktu, memakan waktu tidur atau jam kerja, kemungkinan dia memiliki suatu paksaan.

Perilaku tersebut dapat berakar pada sesuatu selain kecanduan seks seperti depresi misalnya. Apapun alasannya, pada tahap ini pria membutuhkan bantuan.

4. Mengabaikan tanggung jawab

Jika waktunya terlibat dalam aktivitas seksual mengganggu hubungan dengan pasangan dan keluarga atau pekerjaan, perilaku seksual cenderung menjadi paksaan.

Ia juga mungkin akan abai dengan pekerjaannya dan beralih pada perilaku negatif seperti menggoda rekan kerja, masturbasi di tempat kerja, atau melihat pornografi di tempat kerja.

5. Meningkatnya bahaya seksual

Jika seorang pria merasa bahwa intensitas pornografinya di luar kendali, dia membutuhkan terapi.

Ketika kebutuhan akan sensasi seksual meningkat ke kebiasaan porno, ke ruang obrolan langsung, atau seks bebas, tingkat pengambilan risikonya telah melampaui kendalinya.

Jika salah satu dari tanda-tanda ini muncul, cobalah untuk berkonsultasi dengan terapis seks atau psikiater untuk mendapatkan terapi.



Simak Video "Pentingnya Pendidikan Seksual Sejak Dini untuk Cegah Pelecehan"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)