Kualitas Vs Kuantitas Bercinta, Mana yang Lebih Penting? Ini Kata Seksolog

ADVERTISEMENT

Kualitas Vs Kuantitas Bercinta, Mana yang Lebih Penting? Ini Kata Seksolog

Rosiana Muliandari - detikHealth
Sabtu, 09 Apr 2022 21:00 WIB
Shot of a couple lying under a blanket with hearts scattered on the bed
Foto ilustrasi: Getty Images/PeopleImages
Jakarta -

Jika dilakukan secara rutin, hubungan seks pasutri dapat membawa berbagai manfaat. Tidak hanya membuat hubungan lebih romantis dan terhubung secara seksual, berhubungan seks juga dapat membawa berbagai macam manfaat kesehatan tubuh pasutri.

Zoya Amirin, MPsi, FIAS, seorang seksolog klinis, pada acara e-Life detikcom, mengungkapkan bahwa keseimbangan hidup seseorang hanya akan terganggu 30-40 persen oleh masalah lainnya jika kehidupan seksnya terpenuhi dengan baik.

Tapi, jika tidak terpenuhi atau terpenuhi secara paksa, kekacauan mungkin saja terjadi.

"Begitu dia tidak terpenuhi, plus masalah lain, keseimbangan hidup kita bisa terganggu sampai 60 persen. Jadi segitu chaos nya kalau tidak terpenuhi atau terpenuhinya tidak berkualitas," jelasnya pada agenda e-Life: 'Tahan Dulu Ya Sayang, Kita Masih Puasa!', Jumat (8/4/2022).

Namun, sebenarnya, apakah kuantitas lebih penting daripada kualitas seks? Atau malah sebaliknya? Berikut pendapat dari Zoya.

"Kalau saya sangat sangat menyarankan untuk hubungan seksual yang lebih berkualitas, ya, bukan kuantitas, sekali lagi. Karena kalau kuantitas itu, artinya, ngejar berapa kalinya," jelas Zoya.

Menurut Zoya, pasutri penting sekali untuk mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas saat sedang berhubungan seksual.

Salah satu "kriteria" penting hubungan seks yang berkualitas adalah hubungan tersebut selalu bersifat konsensual, bukan karena paksaan. Zoya menekankan bahwa berapa kalipun hubungan seks dilakukan, pasangan sama-sama harus menginginkan melakukan hubungan seks.

Zoya mengatakan bahwa selain untuk reproduksi, seks juga dapat bertujuan untuk rekreasi dan relasi dalam hubungan. Agar kedua manfaat tersebut tercapai, hubungan seks yang berkualitas dan konsensual sangatlah dibutuhkan.

"Pada hubungan seks yang berkualitas, terproduksi lah hormon-hormon seperti hormon oksitosin, hormon endorfin, vasopresin, dopamin, gitu," lanjutnya.

Deretan hormon yang dipaparkan oleh Zoya tadi dapat membantu pasutri merilis stres, meningkatkan kualitas hidup, kualitas kesehatan, dan bahkan kualitas mental.

"Yang dicari adalah dua-duanya bisa bersenang-senang, dua-duanya bisa menjalankan relasi sehingga terlepaslah hormon-hormon yang bisa kemudian membuat dicintai, hormon-hormon yang membuat bahagia, dan itu tentu saja otomatis akan membuat kedua belah pihak si pasangan ini lebih sehat," tutupnya.



Simak Video "Populasi Menurun dalam 60 Tahun, Generasi Muda China Enggan Berkeluarga"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)
Bercinta di Bulan Puasa
Bercinta di Bulan Puasa
8 Konten
Banyak hal harus disesuaikan selama puasa Ramadan, tidak terkecuali urusan bercinta dengan pasangan. Jika biasanya bebas mengatur waktu kapan saja, selama sebulan harus banyak kompromi dengan berbagai agenda kerohanian.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT