Selasa, 19 Apr 2022 21:00 WIB

Pasutri Wajib Tahu! 6 Gaya Bercinta yang Dilarang Islam

Rosiana Muliandari - detikHealth
Intimate moment of two lovers in shower, sexual desire and passion, relationship. ilustrasi seks Foto: Getty Images/iStockphoto/Motortion
Jakarta -

Bagi pasangan suami istri, hubungan seks yang dilakukan secara rutin dan benar dapat membawa banyak manfaat baik secara emosional maupun fisik. Selain itu, dalam Islam, berhubungan seksual pasutri merupakan sebuah ibadah.

Namun, perlu diingat, pasutri harus melakukan hubungan seks tanpa melupakan kaidah-kaidah keagamaan yang ada seperti tidak melakukan gaya berhubungan seks yang dilarang dalam Islam.

Marzuki Wahid, seorang kiai dan aktivis pendukung keadilan gender, menjelaskan bahwa seks telah dijelaskan di dalam Al-Quran.

"Tidak ada definisi khusus (tentang seks) di dalam Al-Quran. Tetapi Al-Quran berbicara tentang seks banyak sekali. Tetapi seks di situ dalam konteks etika. Bagaimana etika seksualitas yang baik, yang dibolehkan, yang tidak dibolehkan," katanya pada HaiBunda beberapa waktu lalu.

Berikut adalah enam gaya hubungan seks yang dilarang dalam Islam yang wajib dicatat oleh para pasutri.

1. Tidak membaca doa

Dalam Islam, sebaiknya, semua kegiatan dimulai dengan doa, termasuk saat ingin berhubungan seks. Hal itu dilakukan agar hubungan seks lebih berkah.

Salim A. Fillah, dalam buku Baarakallaahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta, menyebutkan bahwa mengucapkan doa sebelum berhubungan seks adalah hal penting yang tidak boleh dilupakan.

Hal ini dikarenakan doa dapat menjamin kesucian pasutri dan keturunannya nanti. Selain itu, doa juga dapat melawan campur tangan iblis yang mengganggu.

2. Berhubungan di siang hari di bulan Ramadan

Marzuki menerangkan bahwa berhubungan seks di malam hari saat bulan Ramadan merupakan etika seks yang dijelaskan dalam Al-Quran. Berhubungan seks di siang hari di tengah bulan Ramadan dilarang karena sedang berpuasa.

"Jadi dihalalkan kamu berhubungan seksual dengan istrimu di malam hari, malam bulan Ramadhan. Malam boleh, kalau siang enggak boleh. Itu kan soal etika," imbuhnya.

"Kalau di bulan Ramadan enggak boleh berhubungan seksual (di siang hari) karena kita sedang berpuasa. Puasa itu dilarang berhubungan seksual," sambungnya kemudian.

Jika pasutri melakukan hubungan seks di siang hari saat bulan Ramadan, Marzuki menjelaskan bahwa akan ada denda yang besar seperti berpuasa selama dua bulan penuh.

"Kalau kita berhubungan seksual di siang bulan Ramadhan, itu kena kafarah (denda). Dan kafarah-nya sangat besar sekali. Di antaranya adalah memerdekakan hamba sahaya. Lalu kalau enggak ada di masa sekarang ini, puasa selama dua bulan berturut-turut tanpa berhenti," jelas Marzuki.

"Kalau enggak kuat, baru memberi makan 60 fakir miskin," tambahnya.

Tidak hanya itu, masih ada 4 larangan gaya berhubungan seks lainnya.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Jangan Sembarangan Bercinta di Bulan Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)