Rabu, 27 Apr 2022 21:00 WIB

Jumlah Sperma Sedikit? Bisa Jadi 7 Faktor Ini Penyebabnya

Dzihni Ismah Hanifah - detikHealth
ilustrasi sperma Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Sperma yang berlimpah adalah salah satu faktor yang bisa menentukan kehamilan. Selain itu, jumlah sperma yang banyak juga dapat meningkatkan kepercayaan diri pria saat berhubungan seks.

Jumlah sperma biasanya dipengaruhi pola hidup serta makanan yang dikonsumsi. Ada beberapa hal yang menyebabkan jumlah sperma sedikit.

Dikutip dari RRC, berikut 7 faktor yang menyebabkan jumlah sperma sedikit:

Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Kedua penyakit tersebut menyebabkan ketidakseimbangan hormon di area testis sehingga menurunkan jumlah sperma.

Gangguan Hormon

Kelenjar pituitari, hipotalamus, dan testis merupakan bagian dari orang yang memproduksi hormon diperlukan untuk sperma. Jika hormon tidak seimbang, produksi sperma akan terpengaruh sehingga jumlah yang dikeluarkan juga sedikit.

Infeksi

Infeksi tertentu dapat menyebabkan masalah pada produksi sperma dan menyebabkan jaringan parut menghalangi sperma untuk keluar dari penis. Prostatitis (peradangan pada kelenjar prostat) dan infeksi saluran kemih juga bisa menjadi penyebab rendahnya jumlah sperma.

Masalah Ejakulasi

Jika seorang pria tidak dapat ejakulasi, berarti jumlah spermanya rendah. Masalah pada ejakulasi dapat disebabkan oleh beberapa kondisi medis, seperti diabetes, riwayat operasi kandung kemih atau uretra, dan cedera tulang belakang.

Varikokel

Terkadang ada kondisi saat pembuluh darah testis membengkak atau lebih besar dari biasanya. Kondisi ini disebut varikokel yang dapat menghambat kesuburan dan menurunkan jumlah sperma pada pria.

Cacat pada Saluran Sperma

Produksi sperma bergantung pada saluran sperma. Kelainan bentuk atau penyumbatan yang terjadi dalam saluran sperma dapat menghambat proses produksi sperma.

Cacat Kromosom

Ada kelainan kromosom tertentu yang menyebabkan perkembangan abnormal pada organ reproduksi pria sehingga jumlah sperma yang dikeluarkan pun cenderung sedikit. Salah satu contohnya adalah sindrom Klinefelter, di mana seorang pria dilahirkan dengan dua kromosom X dan satu kromosom Y, bukan hanya satu dari masing-masing.



Simak Video "Jangan Sembarangan Bercinta di Bulan Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)
dMentor
×
Investasi Saham VS Aset Kripto
Investasi Saham VS Aset Kripto Selengkapnya