Apakah Kedalaman Miss V Penting Saat Bercinta? Ini Kata Pakar

ADVERTISEMENT

Apakah Kedalaman Miss V Penting Saat Bercinta? Ini Kata Pakar

Rosiana Muliandari - detikHealth
Senin, 09 Mei 2022 20:30 WIB
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background
Foto: iStock
Jakarta -

Dalam urusan ranjang, biasanya para pria yang bertanya apakah "ukuran" penting dalam meningkatkan kualitas bercinta bersama istri.

Meski tidak sering menjadi bahan pembicaraan, beberapa wanita bisa juga mengkhawatirkan ukuran kedalaman vagina mereka dan bagaimana itu mempengaruhi kenikmatan seksual. Apalagi, setelah melahirkan.

Sayangnya tidak begitu banyak penelitian seputar hal tersebut. Selain itu, banyak faktor lainnya yang dapat mempengaruhi seksualitas wanita, hal ini semakin mempersulit para peneliti untuk mencari tahu hubungan antara efek ukuran vagina dan kenikmatan seksual.

Vagina Itu Organ Elastis

Dikutip dari WebMD, Christine O'Connor, MD, selaku Direktur departemen ginekologi remaja dan perawatan wanita di Mercy Medical Center Baltimore menjelaskan bahwa vagina merupakan organ yang elastis.

Ukuran vagina dapat cukup kecil untuk menahan tampon dan dapat menjadi cukup lebar untuk melahirkan. Hal ini karena dinding vagina mirip dengan dinding perut karena memiliki rugae.

Artinya, dinding tersebut dapat menyusut saat tidak digunakan dan kemudian mengembang saat diperlukan.

"Vagina tidak diam di satu ukuran saja. Ukurannya dapat berubah untuk mengakomodasikan apapun yang sedang terjadi pada tubuh," jelas O'Connor.

Pengukuran vagina yang paling umum digunakan berasal dari karya Masters dan Johnson dari tahun 1960-an. Mereka mengamati 100 wanita yang belum pernah hamil dan menemukan bahwa panjang vagina, jika tidak distimulasi, berkisar antara sekitar 7 sentimeter (cm) hingga 8 cm.

Ketika sedang terangsang, ukuran kedalaman vagina dapat meningkat menjadi sekitar 10 cm hingga 12 cm.

Terlepas dari panjang vagina, area yang dianggap penting bagi sebagian besar respons seksual wanita adalah sepertiga bagian luar.

Christopher Tarnay, MD, direktur divisi kedokteran panggul wanita dan bedah rekonstruktif di UCLA Medical Center, juga mengungkapkan bahwa isu utama para wanita di urusan ranjang adalah rasa tidak nyaman saat bercinta.

Ia menjelaskan bahwa biasanya ketidaknyamanan tersebut muncul jika vagina terlalu pendek, ketat, atau jika memiliki prolaps.

Kondisi tersebut merupakan sebuah kondisi rahim atau kandung kemih tidak berada di posisi seharusnya, biasanya ini terjadi setelah melahirkan.

Tarnay juga menambahkan bahwa ukuran vagina yang "normal" memiliki jangkauan arti yang panjang. Kemudian, jika tidak ada prolaps, ukuran vagina sama sekali tidak memiliki pengaruh pada kenikmatan seksual.

Kekuatan Otot Dasar Panggul

Meski begitu, ada satu faktor lainnya yang telah terbukti mempengaruhi kenikmatan seksual wanita yaitu kekuatan otot dasar panggul. Demi memperkuat otot tersebut, olahraga Kegel menjadi salah satu solusinya.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Australian & New Zealand Journal of Obstetrics and Gynaecology di tahun 2008, menemukan bahwa wanita yang lebih sering melakukan olahraga Kegel memiliki kenikmatan seksual yang lebih tinggi dibandingkan dengan para wanita yang tidak melakukannya.

O'Connor kembali menegaskan bahwa faktor lainnya, seperti pelumasan, gairah seks, dan hubungan yang baik dengan pasangan menjadi faktor yang lebih berdampak pada kenikmatan seksual wanita dibandingkan ukuran vagina.

"Ini [kenikmatan seksual] lebih tentang komunikasi antara kedua pasangan dan memastikan keduanya mendapatkan apa yang mereka butuhkan dari pengalaman dan merasa nyaman," tegas O'Connor.



Simak Video "Dokter Boyke Angkat Bicara Soal Heboh Istilah 'Husband Stitch'"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT