Kamis, 12 Mei 2022 20:30 WIB

Benarkah Sunat Bisa Pengaruhi Kualitas Bercinta? Ini Studinya

Dzihni Ismah Hanifah - detikHealth
Banana as a symbol of male penis in hand on a yellow background hidden by censorship. Sexual masturbation and orgasm, impotence problem. Self-pleasure concept. Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrii Zastrozhnov
Jakarta -

Sunat adalah operasi pengangkatan kulit yang menutupi ujung penis, prosedur ini cukup umum untuk laki-laki di Indonesia.

Selain untuk alasan kesehatan, sebuah penelitian menunjukkan jika pria yang telah disunat lebih mungkin untuk bertahan lama soal urusan ranjang.

Dikutip dari WebMD, wanita yang pasangannya disunat melaporkan peningkatan kualitas kehidupan seks mereka. Para peneliti mempelajari hal ini lewat survei 455 pasangan pria di Uganda yang baru saja disunat.

Hampir 40 persen mengatakan seks lebih memuaskan setelahnya. Sekitar 57 persen melaporkan tidak ada perubahan dalam kepuasan seksual, dan hanya 3 persen yang mengatakan seks kurang memuaskan setelah pasangan mereka disunat.

Beberapa wanita juga mengatakan pasangan mereka tidak mengalami kesulitan mempertahankan atau mendapatkan ereksi. Di antara 3 persen wanita yang melaporkan berkurangnya kepuasan seksual, alasan teratas adalah tingkat keinginan yang lebih rendah dari salah satu pasangan.

Godfrey Kigozi, MD, dari Program Ilmu Kesehatan Rakai di Kalisizo, Uganda, menyebut wanita yang pasangannya telah disunat mendapatkan kehidupan seks yang lebih baik karena faktor berikut.

  • Kebersihan yang lebih baik
  • Waktu yang lebih lama bagi pasangan mereka untuk mencapai orgasme
  • Pasangannya menginginkan seks yang lebih sering.

Kigozi menambahkan, ia melakukan penelitian pada wanita yang mengatakan mereka puas secara seksual sebelum pasangan mereka disunat. Kemudian para wanita diminta untuk membandingkan kepuasan seksual mereka sebelum dan sesudah pasangannya disunat.

Hasilnya, wanita tidak mengharapkan kehidupan seks mereka berubah jika pasangan mereka disunat. Namun para wanita sadar akan masalah kesehatan seperti HIV yang bisa dicegah melalui sunat. Sehingga, penggunaan sunat untuk melawan HIV dapat diterima oleh wanita.

Namun efek sunat untuk kehidupan seksual yang lebih baik sepertinya hanya berlaku untuk wanita. Karena dalam survei sebelumnya, 97 persen pria mengatakan tingkat kepuasan seksual mereka tidak berubah atau lebih baik setelah mereka disunat.



Simak Video "Jangan Sembarangan Bercinta di Bulan Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(Dzihni Ismah Hanifah/fds)