Risiko Kesehatan di Balik 6 Posisi Seks 'Terlarang'

ADVERTISEMENT

Risiko Kesehatan di Balik 6 Posisi Seks 'Terlarang'

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 06 Jun 2022 05:30 WIB
Shot of a couple lying under a blanket with hearts scattered on the bed
Ilustrasi seks (Foto: Getty Images/PeopleImages)
Jakarta -

Di dalam agama Islam, ada sejumlah larangan terkait variasi posisi bercinta. Selain masalah keyakinan, berbagai posisi tersebut memang menyimpan risiko yang mengancam kesehatan.

Beberapa posisi 'terlarang' maupun yang tidak dianjurkan di antaranya meliputi posisi woman on top, serta seks anal atau melalui dubur. Pasutri lebih dianjurkan untuk memilih posisi lain.

Dari sudut pandang kesehatan, berikut alasan di balik sejumlah posisi 'terlarang' saat bercinta.

1. Woman on top

Dikutip dari Haibunda, anjuran untuk tidak bercinta dengan posisi Woman on Top (WOT) tercantum antara lain dalam buku 'Mahkota Pengantin' karya Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri'. Alasannya, posisi ini nmenyelisihi kodrat atas pria dan wanita. Sedangkan dari sisi kesehatan, disebut menghalangi keluarnya sperma secara keseluruhan.

2. Posisi apapun tanpa foreplay

Alasannya simpel, yakni dapat menyakiti pihak wanita. Tanpa foreplay yang cukup, Miss V berisiko mengalami iritasi hingga infeksi akibat kurangnya lubrikasi yang memicu gesehan saat penetrasi.

3. Seks anal

Dari sisi medis, dubur atau anus tidak didesain untuk aktivitas seksual. Salah satu risikonya adalah minim lubrikasi sehingga memicu luka. Selain itu, bagian ini adalah saluran untuk membuang kotoran sehingga sama sekali tidak higienis.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Cegah Cacar Monyet, WHO Minta Masyarakat Hindari Seks Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT