Seks merupakan bagian alami yang ada pada kehidupan sehari-hari. Jika anda sudah mempunyai pasangan, melakukan hubungan seks secara teratur adalah hal yang normal.
Beberapa orang melakukan hubungan seksual lebih dari sekali sehari. Namun, seperti hal yang menyenangkan lainnya, kerap kali banyak yang menanyakan apakah berhubungan seks setiap hari menjadi masalah?
Dikutip dari For Hims, berhubungan seks setiap hari tidak memiliki dampak buruk, bahkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik maupun mental.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah Normal Berhubungan Seks Setiap Hari?
Sudah menjadi sifat manusia untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain, terutama dalam hal frekuensi seks. Kenyataannya, dalam hal frekuensi seks tidak ada yang namanya 'normal'.
Beberapa pasangan mungkin melakukannya sekali sehari, namun pasangan lainnya melakukan hubungan seks sekali dalam beberapa minggu. Hal itu menunjukkan bahwa jumlah berhubungan seks setiap orang bervariasi.
Survei pernah dilakukan di Amerika, hasilnya menunjukkan bahwa orang dewasa di Amerika rata-rata melakukan hubungan seks 54 kali dalam setahun. Hal itu menunjukkan bahwa mereka melakukan hubungan seks lebih dari satu kali dalam seminggu.
Frekuensi rata-rata seks sangat bervariasi berdasarkan usia. Umumnya pasangan muda yang berumur 20-an hingga 30-an memiliki frekuensi seks yang lebih banyak dibandingkan orang dengan usia di atasnya.
Frekuensi tersebut menurun secara konsisten seiring bertambahnya usia. Namun, rata-rata bukan berarti normal.
Umumnya pasangan muda yang baru memutuskan untuk hidup bersama mungkin bisa melakukan hubungan seks hampir setiap hari. Sebenarnya melakukan hubungan seks sehari sekali, sehari dua kali, dan seterusnya merupakan hal yang normal, yang terpenting kedua pasangan saling menikmati.
Apakah Berhubungan Seks Setiap Hari Memiliki Dampak Buruk?
Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa melakukan hubungan seks setiap hari berakibat buruk. Namun, tidak ada bukti ilmiah juga yang menjelaskan jumlah frekuensi seks yang optimal.
Hal itu menunjukkan bahwa frekuensi hubungan seks diserahkan kepada setiap pasangan. Beberapa pria mungkin merasakan sakit pada penis mereka ketika terlalu sering melakukan hubungan seks, terutama ketika melakukannya dengan kasar.
Pada wanita pun demikian, beberapa merasakan sakit pada vaginanya ketika mereka melakukan hubungan seks tanpa pelumas. Namun, rasa sakit tersebut umumnya akan hilang dalam hitungan jam atau hari.
Hubungan seks harus dikurangi ketika hal itu mengganggu kehidupan anda sehari-hari, seperti menjadi penghalang untuk studi, atau pekerjaan kantor menjadi terbengkalai.
NEXT: Apakah Melakukan Hubungan Seks Setiap Hari Menyebabkan Disfungsi Ereksi?
Apakah Melakukan Hubungan Seks Setiap Hari Menyebabkan Disfungsi Ereksi?
Berhubungan seks setiap hari tidak menjadi penyebab disfungsi ereksi. Faktanya, pria yang melakukan hubungan seks setiap hari memiliki risiko lebih kecil mengalami disfungsi ereksi dibandingkan pria yang jarang melakukan hubungan seks.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Medicine, peneliti Finlandia menemukan bahwa pria yang melakukan hubungan seks secara teratur (setidaknya sekali dalam seminggu) memiliki risiko disfungsi ereksi lebih kecil.
Hal serupa juga ditemukan pada sebuah penelitian di Cina, peneliti melaporkan bahwa pria yang melakukan hubungan seks sekali seminggu atau lebih memiliki kemungkinan disfungsi ereksi lebih kecil. Tak hanya itu, mereka juga menemukan tanda-tanda kesehatan kardiovaskular.
Simak Video "Video: Saran Dokter Setelah Berhubungan Suami Istri di Bulan Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)











































