ADVERTISEMENT

Rabu, 31 Agu 2022 21:30 WIB

Beda Tinggi Badan 'Jomplang' Bukan Halangan, 5 Posisi Bercinta Ini Boleh Dicoba

Irene Putri Wibowo - detikHealth
Close up of female feet in under the sheets. Foto: Getty Images/iStockphoto/santypan
Jakarta -

Beberapa pasangan mengalami kesulitan saat ingin melakukan hubungan seksual, salah satunya gegara perbedaan tinggi badan yang 'jomplang'. Pada beberapa kasus lainnya, perbedaan berat badan juga bisa berpengaruh.

Mengatasi situasi ini, komunikasi menjadi kunci. Pasangan harus berdiskusi terlebih dahulu, apakah tujuannya untuk penetrasi, melakukan oral seks, atau berhubungan seksual. Hal ini berguna untuk menyesuaikan atau menempatkan tubuh pasangan anda pada posisi yang benar saat melakukan hubungan seksual.

Dikutip dari Cosmopolitan, ada beberapa variasi posisi hubungan seksual yang dapat dilakukan oleh pasangan, demi mendapatkan keintiman tanpa harus terhalang tinggi badan.

Beberapa Posisi yang Dapat Dilakukan dengan Pasangan yang Memiliki Tinggi Badan Berbeda

The Side Swoon

Posisi ini dilakukan dengan cara berdiri. Pasangan saling berhadapan, lalu minta pasangan anda untuk melengkungkan punggungnya seperti menyilang, menaikkan satu kakinya dan menaruhnya pada pinggang pasangan, kemudian mulai melakukan penetrasi.

The Plank

Posisi ini disebut sebagai posisi seperti papan. Dengan cara pria berbaring secara telungkup di ranjang, setelah itu wanita berbaring di atas pria dan melakukan penetrasi dari belakang.

"Posisi ini sangat bagus untuk pasangan yang lebih tinggi dari anda dan memiliki penis/dildo yang lebih besar. Tekanan dari paha memiliki fungsi untuk membatasi kedalaman penetrasi," kata Sarah Martin, seorang pelatih seks bersertifikat serta pelatih kencan di Dignified Hedonis.

The Get On Up

Posisi ini seperti posisi seks pada umumnya, yang biasa disebut dengan posisi cowgirl. Dengan cara sang wanita berada di atas pria.

"Posisi ini cocok dengan pasangan yang memiliki tinggi badan berbeda, selain itu juga membuat klitoris terangsang lebih banyak karena kebanyakan wanita membutuhkan rangsangan klitoris untuk mencapai orgasme," ujar Jordan D'Nelle, seorang pendidik kesehatan seksual wanita dan pelatih keintiman bagi wanita.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Cegah Cacar Monyet, WHO Minta Masyarakat Hindari Seks Bebas"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT