Bagi sejumlah pasangan, aktivitas seks menjadi salah satu kunci di balik hubungan yang sehat. Namun pada beberapa hubungan yang sudah terjalin lama, aktivitas seks mungkin tak akan 'semanis' pada awal-awal hubungan. Lebih lagi tak tertutup kemungkinan, penurunan hasrat seksual berpeluang meretakkan rumah tangga.
Sejumlah orang mungkin bertanya-tanya alasan pasangannya berhenti melakukan hubungan seksual, apakah karena perubahan penampilannya yang tidak lagi menarik atau faktor biologis? Beberapa percaya dengan mitos-mitos yang sama sekali tidak logis dan relevan. Atas dasar itu, timbulah rasa tidak percaya diri dan hilangnya kepercayaan satu sama lain.
Untuk mencegah hal buruk tersebut, solusinya adalah menjalin komunikasi yang baik dan paham dengan kemauan diri masing-masing daripada hanya diam menerima desas-desus yang nyatanya belum tentu benar. Lantas, mitos apa saja yang harus diabaikan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tidak Lagi Saling Mencintai
Penurunan hasrat seksual acap kali diidentikan dengan retaknya rasa cinta orang tersebut terhadap pasangannya. Nyatanya, hal ini adalah mitos belaka.
Justru seseorang harus mengkhawatirkan hal ini karena ada kaitannya dengan perubahan biologis dan perawatan medis, seperti penggunaan kontrasepsi hormonal atau nyeri kronis. Di sisi lain, ketidaktertarikan pada seks bisa disebabkan oleh perubahan psikologis, seperti kecemasan, depresi, atau perasaan tidak aman tentang seks.
2. Hubungan Hancur
Hal yang lumrah bagi pengantin baru untuk menginginkan waktu berhubungan intim yang lebih sering. Namun seiring bertambahnya waktu, terkadang kemesraan itu pun surut dan tak jarang jadi pemicu perpisahan.
Dorongan seks yang rendah sebenarnya bukanlah tanda bahwa mereka harus menyerah dalam membina suatu hubungan, melainkan jadi penyemangat untuk mereka berkomitmen dan memperjuangkan jalinan kasih yang lebih kuat lagi. Jadi, itu sebenarnya lebih merupakan perayaan daripada tanda peringatan.
3. Kehadiran Anak Bukan Akhir dari Hubungan Seksual
Proses mendidik dan membesarkan anak tentu tidak mudah dan memakan waktu yang tidak sedikit. Namun, bukan berarti hal tersebut membuat hubungan suami dan istri jadi 'kendor'. Cobalah sesekali menyisihkan waktu untuk mengajak pasangan bermesraan untuk menghidupkan kembali suasana rumah tangga yang baik dan romantis.
4. Penuaan Berdampak pada Libido yang Rendah
Mitos berikutnya adalah menopause menyebabkan libido menurun. Meskipun ada kaitannya, kebanyakan orang masih menganggap kehidupan seks tetaplah penting di masa tua.
5. Pria Cenderung Bosan dan Menginginkan Pasangan Baru
Pernahkah terlintas dibenakmu untuk mengganti pasangan karena tidak lagi punya hasrat untuk bercinta? Hal ini pun disebut-sebut menjadi alasan pendukung mengapa para pria sering 'bermain belakang' pada pasangannya.
Sebelum mengiyakan hal tersebut, mungkin pria perlu introspeksi diri dari cara mereka berhubungan seks beberapa waktu ke belakang. Bisa jadi mereka hanya bosan atau ada masalah kepuasan tertentu yang sebenarnya dapat dibicarakan bersama pasangan.
6. Tidak Mungkin Menjaga Keharmonisan Tetap Sama selama Bertahun-tahun
Kondisi ini sebenarnya bisa diatasi dengan memahami keinginan dari masing-masing individu. Sebab semakin berjalannya waktu, kehidupan seksual seseorang juga berubah. Oleh karenanya, menjaga komunikasi dengan baik dan mencoba hal baru yang menarik bisa jadi cara alternatif untuk meningkatkan hasrat seksual.
Simak Video "Video: Saran Dokter Setelah Berhubungan Suami Istri di Bulan Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(Fadilla Namira/vyp)











































