Sabtu, 25 Feb 2017 12:07 WIB

Wanita Ini Mengalami Perubahan Perilaku yang Tak Biasa Akibat Tumor Otak

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Menurut keluarga dan teman-temannya, keimanan wanita ini biasa-biasa saja. Meski berusia senja, wanita tersebut juga selalu tampak ceria dan positif. Namun belakangan ia menjadi sangat relijius.

Terhitung sejak dua bulan belakangan, ia tampak mengalami perubahan drastis pada kepribadian dan perilakunya. Ia lebih sering murung dan tertutup, di sisi lain ia menunjukkan ketertarikan yang lebih pada Kitab Injil dan bacaan-bacaan pujian lainnya.

Tak hanya itu, wanita berusia 60 tahun itu mengaku melihat, merasakan dan berbicara dengan Bunda Maria.

Orang-orang di sekitarnya mengira mungkin dia depresi karena pada saat itu ia juga mengurus seorang kerabat yang mengidap kanker.

Tetapi hal berbeda ditemukan dokter setelah wanita ini diminta menjalani scan MRI. Sang dokter melihat ada beberapa lesi di kepalanya. Selepas dibiopsi, barulah dokter mendiagnosisnya dengan glioblastoma multiforme, salah satu jenis kanker otak yang agresif. Demikian seperti dilaporkan Livescience.

Namun tumor itu terlalu besar untuk dioperasi sehingga ia menerima pengobatan seperti kemoterapi dan radiasi saja. Dokter juga meresepkan obat antipsikotik karena sejumlah penelitian menyebut obat semacam ini memiliki efek antikanker, utamanya pada pasien dengan glioblastoma.

Baca juga: Risiko Tumor Otak Berhubungan dengan Pendidikan Tinggi

Benar saja, selama pengobatan yang berlangsung lima pekan tersebut, kepribadiannya yang mendadak relijius itu juga perlahan menghilang.

Diduga pengalaman relijius yang dialaminya merupakan 'potongan-potongan dari perilaku pasien sebelumnya' tetapi ini tidak disertai dengan perubahan pola pikir dan perilaku secara bertahap, sehingga nampak seperti perubahan drastis dan mendadak.

"Kami juga tidak menemukan adanya pemicu atau alasan lainnya kecuali penyakit tersebut, jadi kami menganggapnya hanya sebagai pengalaman patologis saja," simpul tim peneliti kasus ini dari Hospital General Universitario Morales Meseguer, Murcia, Spanyol dalam jurnal Neurocase.

Peneliti tidak tahu pasti seberapa sering gejala 'terlalu relijius' atau perubahan perilaku lainnya menjadi gejala awal tumor otak. Sebuah studi menunjukkan lebih dari 22 persen kasus tumor otak ditandai dengan gejala psikotik atau kejiwaan.

Namun yang pasti, pengalaman relijius itu bisa saja muncul karena tumor otak pada pasien ini menyerang bagian otak yang berkaitan dengan hal itu, yaitu right temporal lobe. Bagian ini juga kerap dikaitkan dengan pengalaman mistis, yang belakangan diketahui juga terjadi pada pasien tersebut.

Sayangnya, selepas pengobatan, kondisi wanita ini malah makin memburuk dari hari ke hari. Di antaranya akibat stroke yang terjadi dua bulan setelah memulai pengobatan. Akibatnya 8 bulan setelah diagnosis, ia pun meninggal dunia karena perkembangan tumornya.

Baca juga: Bila Sudah Sampai Otak, Tumor Ganas Sangat Sulit Dikendalikan (lll/up)