Sabtu, 16 Mar 2019 06:31 WIB

Bobotnya Sempat 239 Kg, Naufal Berjuang Melawan Obesitas Ekstrem

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Naufal tengah berjuang menurunkan berat badan (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth) Naufal tengah berjuang menurunkan berat badan (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Jakarta - Prosedur penanganan obesitas ekstrem atau morbid salah satunya dengan melakukan operasi bedah bariatrik. Tindakan yang dilakukan dengan memotong bagian lambung ini diharapkan bisa menurunkan rasa lapar dari pasien.

Beberapa orang telah melakukan prosedur ini karena merasa dengan diet saja tidak cukup membantu. Salah satunya Muhammad Naufal Abdillah yang bobotnya sempat mencapai 239 kg.

"Pertama itu diet dulu, semua cara diet pokoknya sudah dilakukan tapi cuman bertahan 3 bulan. Nggak kuat, jadinya yoyo. Naiknya cepat lagi," kata Naufal saat dijumpai di daerah Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Pria yang masih berumur 23 tahun ini bercerita awal ingin menjalani operasi bariatrik karena saran dari dosennya. Sebab, ia sering mengeluh sulit bergerak, mudah lelah, dan sendi sudah sakit-sakitan.



"Sebelum operasi itu naik tangga saja sulit. Satu tangga berhenti. Nggak kuat jalan jauh, capek terus," tuturnya.

Naufal juga menuturkan, ia sedari kecil memang memiliki sistem metabolis yang berbeda dari anak lain. Lahir normal tetapi tiap bulan berat badannya selalu naik 1 kg. Bahkan ketika ia sakit pun berat badannya tetap naik.

"Saya SD 110 kg. Tapi masih bisa berenang, futsal, jadi nggak terlalu mikirin yg penting bisa jalan. Waktu itu masuk SMP di pesantren makin stres pelampiasannya ke makanan. Mi instan, nasi goreng 3 porsi, jadi walaupun kegiatan banyak tetapi berat badan naik juga," ujarnya.

Spesialis bedah digestive dari RS Pondok Indah, dr Peter Ian Limas, dokter yang menangani Naufal menuturkan proses bedah bariatrik yang dilakukan yakni metode sleeve surgery yaitu pemotongan lambung pasien sebanyak 85 persen.



"Jadi ukuran lambung yang tersisa kira-kira seperti jari kelingking. Untuk Naufal memang sengaja di sleeve karena akan membutuhkan tindakan lebih lanjut agar benar-benar bisa normal. Pada prinsipnya, pengobatan kita harus kerjasama dengan pasien," tutur dr Peter.

Sebelum menjalani tindakan pembedahan, Naufal melakukan cek lab terlebih dahulu da ditemukan bahwa hasilnya ternyata jauh lebih 'sehat' daripada yang dibayangkan.

"Naufal ini labnya normal. Kolesterol dan gula darahnya normal. Sekarang kita maksimalkan pengobatan yang sudah terbentuk. Banyak konsultasi ke dokter gizi," lanjut dr Peter.

Setelah menjalani operasi bedah bariatrik pada awal Desember tahun lalu, berat badan Naufal sudah berkurang sebanyak 26 kg. Ia berharap ke depannya akan makin banyak bobot yang terpangkas.

"Dokter bilangnya tahun ini target turun 100-150 kg. Sudah komitmen dan insya Allah kuat jalaninya. Walau masih suka laper mata hehehe," tutup Naufal.

Sehat selalu ya Naufal!

Bobotnya Sempat 239 Kg, Naufal Berjuang Melawan Obesitas Ekstrem
(kna/up)
News Feed