Sabtu, 03 Apr 2021 18:00 WIB

Diduga Gegara Kegirangan Lihat Uang Segepok, Pencuri Kena Serangan Jantung

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Terkena Serangan Jantung Seorang Pria di Cina Selamat setelah Melemparkan Uang Diduga akibat kegirangan melihat uang segepok, pencuri asal India kena serangan jantung. Foto: DW (News)
Jakarta -

Diduga akibat kegirangan melihat uang segepok, pencuri di India terkena serangan jantung. Pencuri ini kemudian terpaksa merogoh sebagian besar hasil curiannya untuk biaya perawatan di rumah sakit.

Kejadian terungkap saat salah satu pencuri diinterogasi polisi. Mulanya, dua pencuri masuk ke pusat pelayanan publik milik Nawab Haider tengah malam di daerah Kotwali Dehat, India, Februari lalu.

Aksi berjalan mulus, mereka berhasil mencuri 700 ribu rupee atau sekitar 140 juta rupiah. Berdasarkan keterangan polisi setempat, dua pencuri ini baru berhasil ditangkap pada Rabu kemarin.

Saat ditanya, salah satu pencuri mengaku kaget ketika melihat uang segepok bernilai ratusan juta. Ia mulanya mengira hanya bisa mendapat uang paling besar tak lebih dari 7 juta rupiah.

Ia merasa begitu senang hingga tak lama kemudian mengalami serangan jantung dan dirawat di rumah sakit swasta.

"Terdakwa mengatakan kepada polisi bahwa mereka hanya mengharapkan beberapa ribu rupee dari hasil pencuriannya, tetapi sangat gembira ketika melihat jumlah uang begitu besar," tutur kepolisian setempat, dikutip dari Times of India.

Benarkah terlalu senang bisa memicu serangan jantung?

Sebuah riset di University Hospital Zurich, Swiss, meneliti keterkaitan emosi terkait 'broken heart syndrome'. Di antara 1.750 pasien serangan jantung di dunia, kebanyakan mengalami emosi negatif yang sangat buruk, seperti duka, takut, dan marah.

Namun, 20 kasus serangan jantung lain di antaranya ternyata memiliki emosi positif yang berlebihan, emosi bahagian yang meluap-luap dipicu beberapa hal seperti perayaan pesta ulang tahun, pernikahan, kemenangan tim olahraga favorit, atau kelahiran cucu.

"Ternyata pemicu 'broken heart syndrome' lebih bervariasi dari yang kita kira selama ini," jelas peneliti Dr Jelena Ghadri beberapa waktu lalu.



Simak Video "Yuk Belajar CPR, Pertolongan Pertama Henti Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)