Geger Ginjal Wanita Ini 'Dicuri' Saat Operasi Pengangkatan Rahim

ADVERTISEMENT

Geger Ginjal Wanita Ini 'Dicuri' Saat Operasi Pengangkatan Rahim

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Selasa, 22 Nov 2022 17:20 WIB
Asian doctor and an assistant in the operating room for surgical venous vascular surgery clinic in hospital.
Ilustrasi operasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/ake1150sb
Jakarta -

Seorang wanita di India bernama Sunita Devi kehilangan ginjalnya yang diduga diangkat secara ilegal oleh pihak klinik. Hal ini bermula saat wanita yang tinggal di Muzaffarpur, negara bagian Bihar, India, mendatangi sebuah klinik di desa Bariyarpur.

Awalnya wanita 38 tahun itu datang ke rumah sakit untuk melakukan operasi pengangkatan rahim pada 3 September 2022. Namun, kondisi Sunita saat itu malah semakin memburuk pasca operasi.

Akibat kondisinya itu, Sunita langsung dilarikan ke Sri Krishna Medical College and Hospital (SKMCH) di Muzaffarpur. Setelah diperiksa, dokter mengatakan pada keluarga Sunita bahwa ginjal wanita tersebut hilang dan dinyatakan tidak bisa bertahan hidup tanpa organ tersebut.

Untuk dapat bertahan hidup, Sunita dibantu dengan tindakan dialisis secara rutin di SKMCH.

"Dokter di SKMCH merujuk Sunita ke Indira Gandhi Institute of Medical Sciences, Patna untuk perawatan. Dia dikirim kembali ke rumah sakit ini setelah perawatan di sana," kata Dr BS Jha, pengawas SKMCH, Muzaffarpur, yang dikutip dari India Times, Selasa (22/11/2022).

"Karena Sunita tidak memiliki ginjal, jika dia tidak menjalani cuci darah bahkan untuk sehari saja, maka dia bisa mati," lanjut dia.

Terkait kasus tersebut, keluarga Sunita mengajukan pengajuan ke pihak kepolisian. Mereka mendaftarkan pengaduan terhadap Pawan Kumar, selaku pemilik Klinik Subhakant dan Dr R K Singh.

Namun, sejak insiden 'pencurian' ginjal itu terungkap pada bulan September, kedua pelaku melarikan diri. Polisi mengatakan bahwa klinik tersebut tidak terdaftar dan kualifikasi pendidikan dokter tersebut juga sepertinya palsu.

Menurut dokter yang merawat Sunita sekaligus Kepala Departemen Nefrologi dan Transplantasi Ginjal di IGMIS, Dr Om Kumar, kondisi pasiennya sangat kritis. Selama perawatan, tanda vital Sunita dipantau secara ketat.

"ia menjalani dialisis rutin dan kondisinya masih kritis. Dia harus menjalani transplantasi ginjal ketika dia situasi membaik. Tanda vitalnya dipantau secara ketat," beber Dr Om Kumar.

Sunita telah diminta untuk mendaftar di IGIMS untuk prosedur transplantasi organ. Namun, hal ini baru bisa dilakukan jika organ yang dibutuhkan sudah tersedia.

Mengetahui kondisinya saat ini, Sunita menuntut agar polisi segera menangkap orang yang diduga sebagai pelakunya dan meminta ginjal mereka.

"Saya memohon kepada pemerintah untuk segera menangkap dokter yang dituduh mengambil kedua ginjal saya. Ginjalnya harus diberikan kepada saya untuk transplantasi sehingga saya bisa bertahan hidup," tegasnya.



Simak Video "Cuci Darah Bukan Terapi yang Tepat untuk Gagal Ginjal Akut"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT