Rabu, 06 Jan 2016 17:05 WIB

Serba-serbi Hamil Tua

Kehamilan Lewat Waktu Harus Diatasi dengan Caesar? Ini Kata Dokter

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Topik Hangat Serba-serbi Hamil Tua
Jakarta - Kehamilan lewat waktu atau melebihi batas normal memiliki risiko bagi kesehatan ibu dan janin. Lalu, benarkah satu-satunya jalan adalah dengan melakukan operasi caesar?

Dikatakan dr M Nurhadi Rahman, SpOG dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, kehamilan lewai waktu adalah usia kandungan lebih dari 41 minggu. Tidak semua kehamilan ini harus dioperasi caesar.

Baca juga: Morning Sickness Ketika Hamil Tua, Berbahayakah?

"Tidak harus caesar, kalau kondisi bagus bisa dilakukan induksi atau obat-obatan. Pokoknya tergantung dokternya," ungkap dokter yang akrab disapa dr Adi ini kepada detikHealth dan ditulis Rabu (7/1/2015).

dr Alfiben, SpOG, dari RS Permata Depok menyebut operasi caesar merupakan jalan terakhir. Jika sudah diinduksi namun bayi tak kunjung keluar, operasi caesar menjadi solusinya.

"Bisa dengan cara induksi namun, kalau bayinya gak keluar-keluar harus dicaesar," ungkapnya.

Kehamilan lewat waktu sendiri memiliki banyak risiko untuk ibu maupun janin. Yang paling parah adalah fungsi plasenta atau ari-ari yang menurun.

Seperti diketahui, plasenta merupakan satu-satunya saluran yang memberikan nutrisi dari ibu kepada bayi. Jika fungsi plasenta menurun, ada kemungkinan bayi tidak mendapat nutrisi dan menyebabkan kematian janin.

"Apabila lebih 41 minggu fungsi plasenta menjadi menurun. Lalu kekurangan oksigen. ibu dan janin menjadi lebih lemah. Kemudian, staminan ibu menurun," papar dr Ari.

Baca juga: Minum Rebusan Rumput Fatima untuk Perlancar Persalinan, Disarankan Tidak? (mrs/up)
Topik Hangat Serba-serbi Hamil Tua
News Feed