Produk Kesehatan Paling Kontroversial Sepanjang 2017

Kilas Balik Kesehatan

Produk Kesehatan Paling Kontroversial Sepanjang 2017

Hanna Pratiwi - detikHealth
Minggu, 24 Des 2017 07:10 WIB
Produk Kesehatan Paling Kontroversial Sepanjang 2017
Foto: Thinkstock/infografis
Jakarta - Suatu kejanggalan pasti menghasilkan pendapat manusia. Manusia dibebaskan mengeluarkan pendapat untuk mempertahankan teorinya. Tentu saja bila mengeluarkan pendapat harus memikirkan valid atau tidaknya. Kadang namanya manusia tetap saja tidak mau disalahkan. Kalau bisa ia akan selalu ingin menang sehingga timbulah kontroversi. Kontroversi bisa saja membuat orang setuju ataupun tidak. Beberapa orang yang mempertahankan pendapatnya pun bisa dikalahkan dengan pendapat para ahli dibidangnya.

Para ahli tentunya telah melakukan pengujian yang pasti agar sesuai fakta. Ahli juga diminta untuk berhati-hati terhadap pernyataan yang diberikan ke masyarakat. Masyarakat tentunya menginginkan pernyataan tersebut agar sesuai dengan kehidupan nyata. Kadang, bila pernyataan tidak sesuai dengan kehidupan nyata akan ada pematahan asumsi lagi. Seperti produk yang diklaim dapat berfungsi sesuai dengan yang diiklankan. Pada kenyataannya akan menuai kontroversi setelah adanya testimoni dari salah seorang masyarakat yang ternyata tidak ada gunanya sama sekali.

Produk-produk tersebut mulai dari Kangen Water hingga telur yang dinilai menuai kontroversi karena banyak orang beranggapan fungsi dari produk tersebut menyesatkan. Hal ini membuat masyarakat awam bingung harus mempercayai pendapat yang mana. Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut hal-hal yang menuai kontroversi di bidang kesehatan sepanjang 2017 dan juga penjelasannya.

1. Kangen Water

Foto: Thinkstock/infografis
Kangen Water dikenal luas di pasaran karena digadang-gadang bisa menyembuhkan penyakit. Kangen Water pun dikenal dengan sifat alkalinya yang katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tentunya masyarakat dibuat bingung apakah Kangen Water bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti yang diiklankan?

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) angkat bicara dan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan testimoni orang yang belum diketahui kebenarannya. Harusnya pun tidak boleh ada produk makanan maupun minuman yang mengklaim bisa mengobati penyakit tertentu.
Lagipun, makanan maupun minuman yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna secara kimiawi di lambung. Organ ini menghasilkan HCl atau asam klorida, asam kuat dengan pH (kadar keasaman) sekitar dua, pastinya akan menetralkan sifat basa atau alkali.

Baca juga:

Kemenkes Angkat Bicara Soal Kangen Water

Warning BPOM: Kangen Water Tidak Boleh Dikemas dan Diedarkan!

Kontroversi Kangen Water, Masyarakat Diimbau Lebih Percaya BPOM

2. Rokok elektrik

Foto: Getty Images
Rokok merupakan hal yang menjadi kebutuhan seseorang bila sudah terkena candunya. Beberapa orang bahkan mengaku sulit untuk menghilangkan kebiasaan merokok. Bosan dengan rokok yang dibakar secara biasa saja, hadirlah rokok elektrik.

Rokok elektrik menggunakan sistem cairan sebagai perasanya. Belakangan ini, cairan rokok elektrik menuai kontroversi karena cairannya ada yang mengandung jenis narkoba cair. Pakar pun menjelaskan bahwa tak hanya melalui rokok elektrik, narkoba jenis cair juga digunakan bisa dengan cara di suntikan pada tubuh. Namun sejalan dengan kepopuleran vape, hal ini menjadi jalan termudah untuk menyalahgunakan obat-obatan terlarang. Penggunaan narkoba cair dengan rokok elektrik maupun secara langsung, sama bahayanya.

Baca juga:

Kata Dokter tentang Penyalahgunaan Narkoba Cair dalam Rokok Elektrik

Seperti Ini Efek Buruk Mengonsumsi Narkoba Cair dengan Rokok Elektrik

Terbukti! Nge-vape Bikin Orang Merokok Lebih Banyak

3. Boneka seks

Foto: Synthea Amatus
Bagi yang memiliki pasangan alias sudah menikah, seks mungkin bukan masalah besar. Namun bagi yang tidak berpasangan, pelampiasan hasrat seksual kerap menjadi persoalan tersendiri. Karena itulah, muncul inovasi berupa boneka seks dengan berbagai variasinya, termasuk versi robot yang bisa berbicara.

Hingga muncul boneka seks yang diklaim dapat mengurangi angka pelecehan seksual dan perselingkuhan. Adapun yang beranggapan jika memiliki boneka seks akan meningkatkan nafsu untuk berhubungan seksual. Berbeda dengan asumsi seorang pemilik toko robot seks di China, Touch, mengaku masih akan berusaha untuk mempromosikan gaya hidup seks yang sehat. Ke depannya ia pun akan lebih berhati-hati lagi dalam mempromosikan seks sehat yang diwujudkan lewat toko robot seks.

Baca juga:

Fantasi Seperti Ini Bikin Pusing Pengelola Rental Boneka Seks

Banyak Kontroversi, Usaha Rental Boneka Seks di China Tutup

Pasangan Ini Koleksi Sepuluh Boneka Seks yang Mirip Manusia

4. Vaksin dengue disetop

Foto: thinkstock
Pencegahan penyakit di Indonesia biasa dilakukan dengan vaksin. Vaksin dianggap mampu mencegah sebelum terjadinya penyakit. Seperti penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk yang membawa virus dengue. Baru-baru ini, vaksin dengue dihentikan penggunaannya di negara Filipina.

Vaksin dengue dihentikan penggunaannya karena dikhawatirkan memiliki efek samping memperparah penyakit. Disebutkan bahwa pada anak yang belum pernah terjangkit dengue sebelumnya, pemberian vaksin malah dapat membuatnya terkena gejala yang lebih parah. Pakar pun menjelaskan kalau informasi tersebut tidak benar sepenuhnya. Demam dengue tersebut tidak akan parah seperti yang diberitakan. Lebih baik juga ikut mencegah hadirnya nyamuk yang membawa virus dengue.

Baca juga:

Cerita Peneliti Indonesia di Balik Hebohnya Vaksin Dengue

Filipina Hentikan Vaksin Dengue, Bagaimana di Indonesia?

Vaksin Dengue Diklaim Berisiko, Begini Penjelasan Pakar

5. Larangan makan telur

Foto: iStock
Pasti dari Anda semua pernah memakan telur. Bisa dibilang telur merupakan makanan yang praktis untuk dimasak. Telur juga dapat menjadi pelengkap apapun. Misal saat membuat makan olahan rata-rata semua menggunakan telur.

Telur memang menjadi makanan yang menuai kontroversi. Baru-baru ini telur kembali diperbincangkan karena pemerintah India yang menolak untuk memberikan telur kepada ibu hamil. Padahal menurut pakar, telur sangatlah penting untuk nutrisi ibu hamil. Seperti diketahui wanita hamil yang mengalami malnutrisi atau kurang gizi cenderung melahirkan bayi dengan berat di bawah rata-rata atau berisiko mengalami stunting.

Baca juga:

Larang Ibu Hamil Makan Telur, Buklet Kesehatan di India Picu Kontroversi

Jika Seperti Ini Caranya, Makan Telur Justru Bikin Sakit

Demi Turunkan Bobot, Haruskah Kuning Telur 'Disingkirkan' Saat Makan?

Halaman 2 dari 6
Kangen Water dikenal luas di pasaran karena digadang-gadang bisa menyembuhkan penyakit. Kangen Water pun dikenal dengan sifat alkalinya yang katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tentunya masyarakat dibuat bingung apakah Kangen Water bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti yang diiklankan?

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) angkat bicara dan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan testimoni orang yang belum diketahui kebenarannya. Harusnya pun tidak boleh ada produk makanan maupun minuman yang mengklaim bisa mengobati penyakit tertentu.
Lagipun, makanan maupun minuman yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna secara kimiawi di lambung. Organ ini menghasilkan HCl atau asam klorida, asam kuat dengan pH (kadar keasaman) sekitar dua, pastinya akan menetralkan sifat basa atau alkali.

Baca juga:

Kemenkes Angkat Bicara Soal Kangen Water

Warning BPOM: Kangen Water Tidak Boleh Dikemas dan Diedarkan!

Kontroversi Kangen Water, Masyarakat Diimbau Lebih Percaya BPOM

Rokok merupakan hal yang menjadi kebutuhan seseorang bila sudah terkena candunya. Beberapa orang bahkan mengaku sulit untuk menghilangkan kebiasaan merokok. Bosan dengan rokok yang dibakar secara biasa saja, hadirlah rokok elektrik.

Rokok elektrik menggunakan sistem cairan sebagai perasanya. Belakangan ini, cairan rokok elektrik menuai kontroversi karena cairannya ada yang mengandung jenis narkoba cair. Pakar pun menjelaskan bahwa tak hanya melalui rokok elektrik, narkoba jenis cair juga digunakan bisa dengan cara di suntikan pada tubuh. Namun sejalan dengan kepopuleran vape, hal ini menjadi jalan termudah untuk menyalahgunakan obat-obatan terlarang. Penggunaan narkoba cair dengan rokok elektrik maupun secara langsung, sama bahayanya.

Baca juga:

Kata Dokter tentang Penyalahgunaan Narkoba Cair dalam Rokok Elektrik

Seperti Ini Efek Buruk Mengonsumsi Narkoba Cair dengan Rokok Elektrik

Terbukti! Nge-vape Bikin Orang Merokok Lebih Banyak

Bagi yang memiliki pasangan alias sudah menikah, seks mungkin bukan masalah besar. Namun bagi yang tidak berpasangan, pelampiasan hasrat seksual kerap menjadi persoalan tersendiri. Karena itulah, muncul inovasi berupa boneka seks dengan berbagai variasinya, termasuk versi robot yang bisa berbicara.

Hingga muncul boneka seks yang diklaim dapat mengurangi angka pelecehan seksual dan perselingkuhan. Adapun yang beranggapan jika memiliki boneka seks akan meningkatkan nafsu untuk berhubungan seksual. Berbeda dengan asumsi seorang pemilik toko robot seks di China, Touch, mengaku masih akan berusaha untuk mempromosikan gaya hidup seks yang sehat. Ke depannya ia pun akan lebih berhati-hati lagi dalam mempromosikan seks sehat yang diwujudkan lewat toko robot seks.

Baca juga:

Fantasi Seperti Ini Bikin Pusing Pengelola Rental Boneka Seks

Banyak Kontroversi, Usaha Rental Boneka Seks di China Tutup

Pasangan Ini Koleksi Sepuluh Boneka Seks yang Mirip Manusia

Pencegahan penyakit di Indonesia biasa dilakukan dengan vaksin. Vaksin dianggap mampu mencegah sebelum terjadinya penyakit. Seperti penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk yang membawa virus dengue. Baru-baru ini, vaksin dengue dihentikan penggunaannya di negara Filipina.

Vaksin dengue dihentikan penggunaannya karena dikhawatirkan memiliki efek samping memperparah penyakit. Disebutkan bahwa pada anak yang belum pernah terjangkit dengue sebelumnya, pemberian vaksin malah dapat membuatnya terkena gejala yang lebih parah. Pakar pun menjelaskan kalau informasi tersebut tidak benar sepenuhnya. Demam dengue tersebut tidak akan parah seperti yang diberitakan. Lebih baik juga ikut mencegah hadirnya nyamuk yang membawa virus dengue.

Baca juga:

Cerita Peneliti Indonesia di Balik Hebohnya Vaksin Dengue

Filipina Hentikan Vaksin Dengue, Bagaimana di Indonesia?

Vaksin Dengue Diklaim Berisiko, Begini Penjelasan Pakar

Pasti dari Anda semua pernah memakan telur. Bisa dibilang telur merupakan makanan yang praktis untuk dimasak. Telur juga dapat menjadi pelengkap apapun. Misal saat membuat makan olahan rata-rata semua menggunakan telur.

Telur memang menjadi makanan yang menuai kontroversi. Baru-baru ini telur kembali diperbincangkan karena pemerintah India yang menolak untuk memberikan telur kepada ibu hamil. Padahal menurut pakar, telur sangatlah penting untuk nutrisi ibu hamil. Seperti diketahui wanita hamil yang mengalami malnutrisi atau kurang gizi cenderung melahirkan bayi dengan berat di bawah rata-rata atau berisiko mengalami stunting.

Baca juga:

Larang Ibu Hamil Makan Telur, Buklet Kesehatan di India Picu Kontroversi

Jika Seperti Ini Caranya, Makan Telur Justru Bikin Sakit

Demi Turunkan Bobot, Haruskah Kuning Telur 'Disingkirkan' Saat Makan?

(up/up)

Berita Terkait