Selasa, 14 Agu 2018 15:26 WIB

Bocah di Aceh 'Lumpuh' Usai Imunisasi MR, Dokter: Bukan Efek Vaksin

Agus Setyadi - detikHealth
Kaki bocah ini sampai tidak bisa digerakkan (Foto: Agus Setyadi/detikHealth) Kaki bocah ini sampai tidak bisa digerakkan (Foto: Agus Setyadi/detikHealth)
Topik Hangat Fatwa Mubah Vaksin MR
Aceh - T M Helmi Stanyah, namanya. Bocah berusia 7 tahun itu terbaring di atas ranjang Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Dia sempat tidak dapat berjalan beberapa hari usai disuntik imunisasi Measles and Rubella (MR). Namun kini kondisinya mulai membaik.

Ibu kandung Helmi, Dewi Rani (35), menceritakan, sebelum dilakukan imunisasi pada 1 Agustus lalu, buah hatinya memang sempat demam selama beberapa hari. Namun setelah dibawa berobat ke rumah sakit demamnya mulai turun sehingga Helmi kembali bersekolah seperti biasa.

"Waktu pergi ke sekolah tanggal 1 Agustus ada imunisasi. Anak saya ikut diimunasi juga padahal sudah saya bilang sama guru anak saya demam," kata Dewi saat ditemui wartawan di RSUZA, Selasa (14/8/2018).



Pada malam hari usai disuntik, tubuh bocah asal Kabupaten Pidie ini kembali mengalami panas. Kondisinya bertambah buruk pagi hari besoknya karena kedua kakinya sudah tidak dapat digerakkan. Dewi dan suaminya panik sehingga membawa kembali Helmi ke rumah sakit umum di Pidie.

Setelah sempat dirawat di sana beberapa hari, Helmi selanjutnya dirujuk ke RSUZA pada Sabtu 11 Agustus lalu. Kondisinya kini sudah mulai membaik. Kedua kakinya perlahan dapat bergerak kembali.

"Sekarang kondisinya sudah mulai banyak perubahan, sekarang sudah mulai bisa bergerak. Dulu cuma tangan bisa bergerak kakinya kaku. Hari ini sudah bisa dikit. Kita berdoa aja semoga cepat sembuh," jelas Dewi.

"Sebelum disuntik bisa jalan seperti biasa, cuma badan saja panas. Demam biasa, dibawa ke rumah sakit," ungkapnya.


Bocah tersebut dirawat di RSUZA Banda AcehBocah tersebut dirawat di RSUZA Banda Aceh Foto: Agus Setyadi/detikHealth


Menurut Dewi, dirinya melarang anaknya diimunisasi saat itu karena tubuh Helmi belum sembuh total. Namun di luar dugaan, buah hatinya tetap dilakukan vaksin MR.

"(Alasan saya melarang) tidak layak disuntik karena lagi demam, kalau lagi gak demam saya kasih (disuntik)," ujar Dewi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif, membantah Helmi tidak dapat bergerak karena disebabkan imunisasi MR. Menurutnya, penyakit yang dialami Helmi datang bersamaan dengan adanya suntik vaksin.

"Tidak ada hubungan dengan imunisasi. Ini penyakit sendiri bukan efek dari vaksin MR," kata Hanif kepada wartawan.

Ketua Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Aceh, T M Thaib juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, penyakit yang dialami Helmi bukan efek dari imunisasi. Soalnya, sebelum divaksin Helmi sempat mengalami demam meski saat disuntik demam sudah turun.

"Bukan karena imunisasi, tapi secara kebetulan infeksi terjadi di pundak dan kakinya sehingga kaku dan terasa nyeri. Namun sekarang sudah ada perubahan," jelas Thaib.

(up/up)
Topik Hangat Fatwa Mubah Vaksin MR
News Feed