Selasa, 21 Agu 2018 18:14 WIB

BPOM: Kalau untuk Vaksin, Indonesia Terkemuka

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Kepala BPOM RI Penny K Lukito (Foto: Grandyos Zafna)
Topik Hangat Fatwa Mubah Vaksin MR
Jakarta - Sebagian besar negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) masih mengalami keterbatasan akses dan keterjangkauan obat dikarena kapasitas industri farmasi masih terbatas. November mendatang, akan diselenggarakan pertemuan Kepala Badan Pengawas Obat Negara Anggota OKI di mana Indonesia diminta untuk berbagi pengalaman terkait ketersediaan dan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito di Hotel Fairmont Gelora Bung Karno, menjelaskan Indonesia sendiri memang terbilang cukup gemilang di antara negara OKI lainnya. Dari negara yang tergabung di OKI, hanya Indonesia dan Senegal yang tersertifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk urusan vaksin.

"Kalau untuk vaksin Indonesia terkemuka lho. Kita sudah mengekspor ke 130 negara untuk vaksin, itu perlu kita kembangkan juga," jelas Penny.



Ditambahkan oleh Dra Togi Junice Hutadjulu, Apt, MHA, Direktur Registasi Obat, untuk produksi lokal vaksin, Indonesia cukup baik. Ada 10 jenis vaksin yang telah diproduksi di Indonesia.

"Jenisnya ada 10, tetapi jumlahnya banyak sekali. Yang produksi sendiri Biofarma dan demikian kita tetap mengembangkan produk-produk baru yang memang dibutuhkan dalam rangka pemberantasan penyakit menular," tutur Togi.

Jenis vaksin yang diproduksi di Indonesia pun banyak, termasuk diantaranya untuk polio dan imunisasi program dasar lainnya, meskipun dalam beberapa hal masih membutuhkan impor dari negara lainnya.

(ask/up)
Topik Hangat Fatwa Mubah Vaksin MR