Jumat, 04 Jan 2019 16:00 WIB

Putus Kontrak dengan BPJS, Berapa Lama RS Bisa Penuhi Syarat Akreditasi?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Beberapa RS putus kontrak dengan BPJS Kesehatan karena belum penuhi akreditasi. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom Beberapa RS putus kontrak dengan BPJS Kesehatan karena belum penuhi akreditasi. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Topik Hangat Putus Kontrak RS-BPJS
Jakarta - Per tanggal 1 Januari 2019, beberapa rumah sakit telah putus kontrak dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan karena belum memenuhi akreditasi yang menjadi syarat wajib.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan bahwa pihak BPJS Kesehatan sudah memberikan peringatan sebelumnya untuk bahwa kontrak kerja sama akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.

"Sebelumnya sudah ada (peringatan). Seperti salah satu rumah sakit di Bekasi sudah di-warning tapi nggak patuh. Akreditasi belum rampung, sampai akhir juga nggak kunjung selesai," ujarnya kepada detikHealth, Jumat (4/1/2019).

Perpanjangan kontrak dengan melakukan akreditasi diserahkan pada setiap rumah sakit. Pihak BPJS Kesehatan pun menegaskan tidak memaksakan kehendak jika tidak ingin memperpanjang kontraknya.



Jika ingin memperpanjang pun, BPJS Kesehatan tidak memberikan tenggat waktu pada pihak rumah sakit. Namun waktu yang dibutuhkan untuk akreditasi pun disebut tidak sebentar.

"Estimasi sangat bergantung individu. Waktunya tidak dalam jangka pendek. Ada survei, kunjungan, dan lain-lain," jelas Iqbal.

Akreditasi ini sesuai dengan Perpres 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan di pasal 67 untuk fasilitas kesehatan swasta yang memenuhi persyaratan dapat menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dalam Permenkes No 99 Tahun 2015, seluruh rumah sakit swasta yang bekerjasama dengan BPJS harus memenuhi sertifikasi akreditasi dalam jangka waktu 5 tahun.


(wdw/up)
Topik Hangat Putus Kontrak RS-BPJS
News Feed