Selasa, 26 Feb 2019 13:08 WIB

Ini Sebabnya Incest Lebih Berisiko Hasilkan Keturunan Cacat Genetik

Widiya Wiyanti - detikHealth
Incest bisa menyebabkan risiko keturunan kelainan genetik lebih besar. Foto: Thinkstock Incest bisa menyebabkan risiko keturunan kelainan genetik lebih besar. Foto: Thinkstock
Jakarta - Ditangkapnya pelaku incest atau hubungan seksual sedarah di Lampung membuat masyarakat heboh. Tidak jarang masyarakat bertanya-tanya bagaimana nantinya keturunan yang dihasilkan dari pasangan incest.

Pakar genetika dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Dr dr Andi Nanis Sacharina Marzuki, SpA(K) menyebut pasangan incest memiliki risiko mendapatkan keturunan dengan kelainan genetik lebih besar.

"Kalau incest ini dari satu keluarga dekat, bila membawa satu jenis kelainan genetik, akan lebih memungkinkan untuk menurunkan kelainan itu, terutama yang diturunkan secara autosomal atau X-linked resesif ya," jelasnya kepada detikHealth saat ditemui di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Selasa (26/2/2019).



"Jadi di orangnya pembawa tapi nggak terlihat mengalami kelainan seperti orang sehat lainnya, nah untuk menurun ke anaknya ada 50 persen anaknya pembawa sifat, ada 25 persen anaknya sehat tidak membawa untuk satu jenis kelainan itu, dan ada 25 persen sakit secara klinis ya, misal talasemia, kelainan hemoglobin yang menyebabkan anak menjadi anemia," lanjut dr Nanis.

Namun dr Nanis menambahkan, jika pasangan incest tidak memiliki gen pembawa sifat kelainan genetik, maka keturunannya tidak akan mengalami kelainan genetik.

Kelainan genetik terjadi saat kedua pasangan membawa gen yang mengandung kelainan yang sama bertemu. Pada satu keluarga sedarah, biasanya gen yang dimiliki pun hampir sama, sehingga kelainan yang ditemukan pun juga sama. Sehingga risiko untuk terjadinya kelainan genetik pada keturunannya akan muncul.



(wdw/up)