Senin, 04 Mar 2019 07:20 WIB

Pelaku Pamer 'Burung' alias Ekshibisionis Tak Suka Bila Korban Cuek

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Makin korban ketakutan, makin pelaku pamer kelamin merasakan kepuasan (Foto: iStock) Makin korban ketakutan, makin pelaku 'pamer kelamin' merasakan kepuasan (Foto: iStock)
Topik Hangat Teror Ekshibisionisme
Jakarta - Ekshibisionisme alias aksi pamer burung memang meresahkan. Meski tidak melibatkan kontak seksual, efek dari perilaku seks menyimpang ini tetap menyisakan trauma.

Ini juga yang dialami Myisha, seorang pembaca detikHealth di Jakarta. Semasa kuliah, perempuan ini kerap menghadapi aksi para ekshibisionis.

Satu waktu, ia berhadapan dengan seorang bapak yang selalu berdiri di ujung gang untuk menunggu 'mangsa'. Begitu ada perempuan melintas, si bapak akan memelorotkan celananya.

Di lain kesempatan, ia bertemu dengan anak remaja tanggung naik sepeda mendekatinya sambil memainkan 'burung'. Bahkan ia juga pernah mengalaminya saat naik metromini, ketika pria di sebelahnya tiba-tiba memamerkan alat vital.

"Saya juga heran kenapa rezeki saya sering banget bertemu para tukang pamer 'burung'," kata Myisha.



Dari berbagai pengalaman tersebut, Myisha belajar bahwa para pelaku ekshibisionisme cenderung senang ketika korban berteriak ketakutan. Sebaliknya apabila tidak dipedulikan, alias korban pura-pura cool, pelaku biasanya malah merasa jengkel.

"Ya kalau ada modal bela diri, ada bagusnya juga sih dibanting dan diinjak itu burung, hehehe," tambahnya.



Seksolog Prof dr Wimpie Pangkahila, SpAnd menyebut perilaku suka pamer alat vital di tempat umum adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang. Pelau biasanya mendapat kepuasan seksual dari perilakunya tersebut.

"Sangat mungkin kelainan yang disebut ekshibisionisme," katanya soal aksi pamer kelamin.

Punya pengalaman menghadapi ekshibisionis? Ceritakan di redaksi@detikhealth.com atau tinggalkan komentar.

(up/up)
Topik Hangat Teror Ekshibisionisme
News Feed