Minggu, 17 Mar 2019 09:26 WIB

Merokok di Bioskop Viral di Medsos, Pelanggaran Berikut Juga Jadi Sorotan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Salah satu peringatan tanda dilarang merokok di Hongkong. Foto: Dhani Irawan/detikcom Salah satu peringatan tanda dilarang merokok di Hongkong. Foto: Dhani Irawan/detikcom
Jakarta - Semua tempat umum sebetulnya adalah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang artinya tidak boleh ada jejak apa pun dari produk tembakau tersebut. Peraturan Pemerintah (PP) nomer 109 tahun 2012 mengancam sanksi pada pelanggar yang kedapatan mengonsumsi atau berpromosi soal rokok.

PP lantas diterjemahkan dalam bentuk aturan lain di tataran pemerintah pusat dan daerah. Sayangnya aturan tersebut masih sering dilanggar masyarakat umum. Mereka bebas merokok atau menayangkan iklan tanpa mendapat sanksi atau teguran. Berikut beberapa pelanggaran KTR yang dihimpun detikHealth.


1. Bioskop

Video merokok di bioskop sempat divideokan dan diunggah warganet di media sosial. Dalam video berdurasi 7 detik tersebut, seorang pria berbaju kuning mengisap rokok di dalam bioskop. Menurut akun @sykojuice1986, pria tersebut sudah merokok sejak film dimulai.

"Waktu itu gue nonton ada bapa-bapa ngerokok selama film mulai sampe abis berasa punya dia sendiri, udah disindir sama semua orang tetep aja nggapeduli, mana selama film dia berisik ngomentarin film nya, gue laporin ke mba mba bioskop nya dia malah ketawa doang" tulis @sykojuice1986 dan dikutip pada Jumat (15/3/2019).



2. Stasiun kereta api

Dalam keterangan pers beberapa waktu lalu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum menurunkan iklan rokok yang ditemukan di sejumlah stasiun. Langkah ini bertentangan dengan UU Kesehatan nomer 36 tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Beberapa stasiun yang memasan iklan rokok dalam laporan YLKI adalah Tawang Semarang, Solo Balapan dan Purwokerto di Jawa Tengah, Semut dan Gubeng di Surabaya, Jawa Timur, dan Tugu serta Lempuyangan di DI Yogyakarta. Sanksi bagi pelanggar KTR bervariasi mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.



3. Angkutan umum

Sebagai fasilitas umum, berbagai jenis angkutan umum harus bebas iklan, produk, dan asap rokok. Sayangnya, kepulan asap rokok seakan bersaing dengan semerawutnya kendaraan.

"Enggak boleh sama sekali itu angkutan umum, kan angkutan umum kan anak-anak enggak bisa milih. Misalnya angkot, di sini merokok emang dia pindah ke mana? Kalau enggak dia keluar angkotnya dong, kan enggak bisa," kata dr Theresia Sandra Diah Ratih, MHA, Kepala Sub Direktorat Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan.



4. Tempat anak bermain dan belajar

Lokasi ini mencakup sekolah, mengaji, dan berbagai sarana belajar tambahan atau les. Menurut dr Theresia, tempat ibadah menjadi lokasi KTR selanjutnya yang kerap dilanggar. Paparan iklan, produk, dan hasil sampingan merokok berisiko mengganggu kesehatan pengguna sarana publik lain termasuk anak.

Paparan sejak dini juga berisiko menghasilkan perokok usia muda, yang justru bisa menjadi beban di usia produktif. Risiko lainnya adalah anak tidak bisa melalui proses tumbuh kembang yang optimal.

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed