Senin, 27 Mei 2019 14:15 WIB

Kata Dokter Hipnoterapi Soal Kejahatan 'Hipnotis' Saat Mudik Lebaran

Firdaus Anwar - detikHealth
Hipnotis tidak bisa dilakukan untuk memaksa orang-orang menyerahkan harta bendanya. (Foto: iStock) Hipnotis tidak bisa dilakukan untuk memaksa orang-orang menyerahkan harta bendanya. (Foto: iStock)
Jakarta - Saat ramai arus mudik lebaran kadang muncul berita soal orang-orang dihipnotis atau hipnosis agar menyerahkan hartanya. Mulai hanya dari tepukan di bahu atau hingga tatapan mata, beberapa orang mengaku pernah dihipnotis dengan cara tersebut.

"Biasanya dia pakai sentuhan, kita ga sadar, misalnya nepuk bahu. Temen ada yang kena. Saya pernah di stasiun, pernah kena (hipnotis) sekali dari tatapan mata, kena seratus ribu," ujar salah satu korban, Andika Bayu (30).


Menanggapi fenomena ini ahli hipnoterapi dr Wira Prasetya, SpKFR, dari Perkumpulan Praktisi Hipnosis dan Hipnoterapi Seluruh Indonesia (PRAHIPTI) berkomentar bahwa hipnotis sebetulnya tidak bisa dipakai untuk melakukan kejahatan. Alasannya karena hipnotis tidak dapat memaksa orang untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.
Siapapun dapat melakukan kejahatan tersebut tanpa harus mempelajari hipnosis. Sehingga tidak tepat bila hal ini disebut sebagai kejahatan hipnosis.dr Wira Prasetya, SpKFR - Praktisi Hipnoterapi

Hal yang membuat hipnotis spesial adalah cara pesan disampaikan sehingga seseorang jadi termotivasi segera melaksanakan pesan tersebut. oleh karena itu pesan tidak bisa sembarangan bertentangan dengan nilai dan sistem kepercayaan lawan bicara.

"Yang sesungguhnya terjadi adalah pelaku kejahatan "menyerupai" hipnosis akan membangun sebuah situasi dan komunikasi yang alami, melibatkan empati, memanfaatkan kelengahan, dan naluri dasar manusia, misalkan naluri ingin tampil menarik, ingin berkuasa, ingin memperoleh keuntungan secara cepat," kata dr Wira dalam keterangan yang diterima detikHealth dan ditulis pada Senin (27/5/2019).

"Siapapun dapat melakukan kejahatan tersebut tanpa harus mempelajari hipnosis. Sehingga tidak tepat bila hal ini disebut sebagai kejahatan hipnosis," lanjutnya.

Dalam dunia medis hipnoterapi sendiri biasa dimanfaatkan sebagai terapi komplementer untuk membantu pasien menghadapi masalah yang berhubungan dengan kejiwaan seperti kecanduan, stres, gangguan kecemasan, hingga fobia tertentu.


Simak Juga "WNA Diduga Hipnotis Kasir Rumah Makan di Cipete":

[Gambas:Video 20detik]



(fds/up)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya