Senin, 27 Mei 2019 19:27 WIB

8 Tips Dokter Hipnoterapi Menghindari Kejahatan 'Hipnotis' Saat Mudik

Firdaus Anwar - detikHealth
Lakukan cara-cara pencegahan agar tidak jadi korban hipnotis saat mudik lebaran.  (Foto: Istock) Lakukan cara-cara pencegahan agar tidak jadi korban 'hipnotis' saat mudik lebaran. (Foto: Istock)
Jakarta - Kondisi fisik dan psikis yang lelah akibat perjalanan jauh saat mudik lebaran bisa membuat kita rentan terhadap berbagai hal negatif. Salah satunya jadi korban 'hipnotis' oleh orang-orang dengan niat jahat yang memanfaatkan situasi.

Beberapa laporan menyebut orang-orang yang jadi korban kejahatan ini merasa didekati dengan cara tepukan, tatapan mata, atau dengan memberi makanan dan minuman. Setelah berapa lama usai berbincang para korban lalu sadar harta mereka sudah lenyap.

Menanggapi hal ini drWiraPrasetya,SpKFR, dari Perkumpulan Praktisi Hipnosis dan Hipnoterapi Seluruh Indonesia (PRAHIPTI) menjelaskan bahwa yang terjadi bukan kejahatan karena hipnotis melainkan penipuan yang mirip seperti hipnotis. Alasannya karena hipnotis tidak bisa dipakai untuk memaksa seseorang melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Nah untuk menghindari hal tersebut dr Wira punya beberapa saran untuk diikuti:


1. Waspada di tempat umum

Saat mudik selalu waspada di tempat umum seperti terminal atau stasiun karena di situ biasanya pelaku kejahatan mengincar. Jangan mudah tergiur dengan berbagai macam hal dan selalu ingatkan pada diri sendiri apa tujuan kita mudik.

"Pelaku kejahatan "menyerupai" hipnosis mengetahui persis bahwa saat Anda mudik, kebanyakan dari Anda dipastikan membawa uang/perhiasan yang tidak sedikit untuk keluarga di kampung halaman. Jangan mudah tergiur oleh berbagai hal, ingat tujuan anda mudik adalah kembali berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara di kampung halaman," kata dr Wira.

2. Jangan lihat penampilan luar

Jangan tertipu dengan penampilan luar orang asing yang mendekati kita. Pelaku kejahatan bisa berpenampilan di luar dugaan seperti orang kaya, eksekutif, wanita cantik, atau lain sebagainya.

3. Jangan berbincang panjang lebar

Menurut dr Wira bila ada orang asing mendekat saat mudik lalu bertanya-tanya memulai perbincangan maka sebisa mungkin jawab tanpa panjang lebar atau tidak terlibat sama sekali.

"Ingat, pertanyaan yang diajukan seringkali menggiurkan atau memancing empati Anda sehingga seringkali Anda terpancing dan terperangkap didalamnya. Segera putuskan komunikasi apabila terlanjur terlibat dan menjauh pergi dari orang tersebut, tentunya tetap memperhatikan etika kesopanan," lanjut dr Wira.

4. Jangan kaget ditepuk

"Jika Anda ditepuk oleh orang yang tidak Anda kenal, sekaget apapun, jangan sampai terlibat dalam pembicaraan, segera menjauh dari orang tersebut," kata dr Wira.


5. Berdoa

Bila sudah terlanjur berbincang dan sulit untuk keluar dari pembicaraan maka sebisa mungkin tingkatkan waspada kita dengan berdoa dalam hati. Hal ini bertujuan untuk menjaga konsenstrasi dan kesadaran agar tetap normal.

6. Hindari bepergian sendiri

Mudik lebih baik dilakukan ramai-ramai dengan orang yang kita percaya. Alasannya supaya perjalanan bisa jadi lebih aman karena ada orang terpercaya yang bisa menolong kita kalau ada hal yang tidak diinginkan terjadi.

7. Jangan mudah teralihkan

Ketika ada seseorang tiba-tiba muntah, bertengkar, atau lain sebagainya di dekat kita maka sebisa mungkin jangan mudah alihkan perhatian fokus pada kejadian tersebut. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh pencuri untuk mengambil barang tanpa disadari.

8. Hindari makanan dan minuman dari orang asing

Dalam perjalanan bila ada orang asing yang memberi makanan atau minuman maka sebaiknya hindari. Menurut dr Wira kebanyakan kejadian kejahatan 'hipnotis' sebetulnya adalah peristiwa pembiusan melalui makanan ataupun minuman dari orang asing.

(fds/up)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya