Rabu, 23 Okt 2019 16:03 WIB

MKEK IDI Benarkan Surat Penolakan Rekomendasi dr Terawan Jadi Menkes

Rosmha Widiyani - detikHealth
Beredar surat penolakan rekomendasi dr Terawan oleh MKEK IDI. (Foto: Firdaus Anwar/detikHealth) Beredar surat penolakan rekomendasi dr Terawan oleh MKEK IDI. (Foto: Firdaus Anwar/detikHealth)
Jakarta - Sosok dr Terawan Agus Putranto sekarang resmi menjadi Menteri Kesehatan (Menkes) di Kabinet Indonesia Maju. Ia dikenal sebagai sosok yang mempopulerkan terapi 'cuci otak' dan karena itu pernah tersandung kasus pelanggaran kode etik.

Terkait hal tersebut, kini beredar surat dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia (MKEK), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang ternyata sempat menolak rekomendasi dr Terawan sebagai Menkes. Dalam lampiran yang diterima detikcom, surat bertanggal 30 September 2019 ditujukan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menanggapinya Ketua MKEK IDI dr Broto Wasisto, DTM&H, MPH, membenarkan bahwa memang surat itu ada. Namun dr Broto belum bersedia memberikan penjelasan lebih jauh.

"Besok ya. Surat itu ada bukan palsu," kata dr Broto pada detikcom ditemui di kantor IDI, yang terletak di Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).


Menurut dr Broto, pihaknya masih menunggu kelengkapan pengurus MKEK dan IDI sebelum memberikan tanggapan lebih lengkap. Termasuk seputar pengangkatan dr Terawan yang sempat berkonflik dengan IDI.

Berikut kutipan lengkap surat MKEK IDI yang menolak rekomendasi dr Terawan sebagai Menkes:

Dengan hormat, Pertama-tama kami ingin menyampaikan salam hormat kepada Bapak Presiden RI, semoga Bapak senantiasa tetap sehat di bawah lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Kedua, kami ingin melaporkan bahwa pada tanggal 22 September 2019 di surat kabar detikhealth.com telah terbit tentang usulan enam calon Menteri Kesehatan pada kabinet yang akan datang.

Bila diperkenankan kami ingin menyarankan agar dari usulan calon calon tersebut mohon kiranya Bapak Presiden tidak mengangkat Dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) sebagai Menteri Kesehatan. Adapun alasan yang mengiringi saran kami adalah karena Dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) sedang dikenakan sanksi akibat melakukan pelanggaran etik kedokteran. Sanksi tersebut tertera dalam Keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran PB IDI No.009320/PB/MKEK-Keputusan/02/2018 tanggal 12 Februari 2018.

Saran ini disampaikan dengan tetap menghargai dan menghormati keputusan Bapak Presiden RI sesuai dengan kewenangan yang berlaku. Semoga saran ini dapat dipertimbangkan sebaik-baiknya.



Simak Video "Dokter Terawan Jadi Menkes, IDI Hargai Keputusan Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)