Jumat, 04 Sep 2020 14:04 WIB

Bullying Hantui Dokter Junior, Lebih 'Sakti' Jika Kenal Profesor

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Close-up portrait of doctor in hospital operating room Bullying di kalangan dokter junior tengah jadi sorotan (Foto: Getty Images/graphixel)
Topik Hangat Bullying Dokter Junior
Jakarta -

Sudah bukan rahasia, kasus bullying dan senioritas di kalangan para dokter junior kerap terjadi. Alih-alih bisa menjalani aktivitas akademik dengan tenang, seringkali kasus bullying ini bisa membuat sang 'junior' kelelahan dan merasa terbebani.

Seperti yang dikisahkan (F) mahasiswi kedokteran di Jakarta kelahiran 97 yang baru saja selesai menjalani koas di rumah sakit swasta. Ia rela membatasi waktu pribadinya selama koas karena harus menjalani tambahan jam malam. Seperti tidak ada pilihan, yang (F) inginkan hanyalah menyelesaikan masa koasnya.

"Sering disebut dokter koas-dokter koas, kan nyebelin ya. Kayak diremehin. Pernah dikerjain perawat, disuruh tensi seluruh pasien ruangan sekitar ada 60 pasien padahal gue udah nensi (mengukur tensi) nih tadi paginya," sebut (F) saat dihubungi detikcom Jumat (4/9/2020).

Sementara itu, (MK) pria berusia 25 tahun yang baru saja selesai menjalani masa klinik dan pre klinik di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) salah satu universitas di Indonesia, mengaku kasus bullying memang kerap terjadi. Namun, (MK) menyebut kasus bullying tidak pernah dialami oleh junior yang memiliki kenalan profesor, dokter, maupun konsulen.

"Kalau dia ada hubungan keluarga, ponakan, sudah itu mah sakti. Nggak akan kena apapun, malah dia diistimewakan," ungkap (MK).

"Contoh nih ya gigi kamu patah, terus aku tambal nih, tambal, udah paling bagus lah paling rapi. Tapi, kalau dosennya lagi pusing, lagi stres, lagi uring-uringan, tambalan sebagus apapun itu nggak di-acc," jelasnya.

Bagi yang memiliki kenalan, MK menyebut mereka pasti mendapatkan perlakuan spesial. Termasuk dalam bidang akademis.

"Beda cerita kalau (misalnya) aku keponakan dosen anu, profesor anu, dosen yang tadi dosen udah pulang, terus misalnya di-WA mau ACC, yaudah fotokan saja (dipermudah)," pungkasnya.



Simak Video "100 Dokter Indonesia Telah Gugur Akibat Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
Topik Hangat Bullying Dokter Junior