Selasa, 15 Sep 2020 17:45 WIB

Masker Scuba Tak Dianjurkan, Peminatnya Memang Mulai Berkurang

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
Berbagai bentuk masker scuba Masker scuba dinilai tidak efektif (Foto: Defara Millenia Romadhona)
Topik Hangat Masker Scuba Dilarang?
Jakarta -

Di awal pandemi virus Corona COVID-19, masker scuba sempat hits dan banyak dicari. Bahkan sampai ada tutorial untuk memilih masker scuba yang berkualitas, yakni dengan tes tiup lilin.

Bukan tanpa alasan jika saat itu masker scuba banyak jadi pilihan. Selain karena harganya murah meriah, teksturnya pun lembuh dan lentur mengikuti lekuk wajah. Tipis sehingga tidak pengap untuk bernapas.

Namun di balik kenyamanan tersebut, masker scuba dinilai terlalu tipis. Droplet masih bisa menembus dan menularkan virus Corona. Selain itu, kecenderungan untuk dipakai dengan tidak benar juga lebih besar.

"Masker scuba sering mudah ditarik ke dagu sehingga fungsi masker jadi tidak ada," kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito.

Sementara itu, seorang pedagang masker mengaku penjualan masker scuba menurun belakangan ini. Masker kain yang berlapis lebih banyak dicari pelanggan.

"Saya jualan masker sudah dari Mei akhir. Dulu banyak yang cari masker scuba daripada masker kain," ucap Muhidin, seorang pedagang masker di Tangerang, saat ditemui detikcom, Selasa (15/09/2020).

"Iya sekarang sudah jarang lagi yang nyari masker scuba. Makannya nih saya mulai stok-stok masker kain lagi," jelasnya.



Simak Video "Masker Buff dan Scuba Tak Disarankan Dipakai di KRL, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Masker Scuba Dilarang?