Minggu, 01 Nov 2020 18:30 WIB

Terpopuler Sepekan: Nakes Rebutan Pasang Kateter Demi Lihat Mr P Pasien

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Wanita diduga perawat Viral wanita diduga seorang perawat berebut selang kateter untuk melihat Mr P pasien. (Foto: Tangkapan Layar Viral)
Jakarta -

Beberapa hari lalu seorang wanita yang diduga tenaga kesehatan viral di media sosial. Pasalnya, ia mengaku berebut dengan temannya yang sesama tenaga kesehatan untuk memasang kateter pada pasien pria.

Disebutkan, alasan mereka berebut memasang kateter karena penasaran ingin melihat Mr P pasien tersebut. Cerita ini awalnya diunggah dalam akun TikTok dan disebar di Twitter oleh @tubirfess pada Sabtu (24/10/2020).

"Gimana sih rasanya memasang selang kateter ke pasien dewasa lelaki," tulis caption yang dilihat detikcom pada potongan gambar dari video di TikTok.

"Sampai berantem woy gua sama kawan gua, demi dapat tindakan ini," tambahnya.

Hingga akhirnya potongan gambar video itu viral dan mencuri perhatian para netizen. Bahkan tak sedikit netizen yang merasa prihatin dan geram dengan aksi tenaga kesehatan tersebut.

"Yang kaya gini bisa dilaporin gak? Ada langgar kode etik atau apalah gitu? Risih banget liatnya, orang kerja kok niatnya begitu," cuit netizen @p***ae.

Bagaimana seharusnya etika tenaga kesehatan dalam berperilaku di media sosial?

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhillah, SKep, SH, mengatakan setiap tenaga kesehatan harus mematuhi kode etik dalam berperilaku, termasuk di media sosial.

"Kita dalam bermedia sosial itu salah satunya dilarang melakukan tindakan yang merugikan nama baik profesi atau organisasi profesi termasuk di bidang media sosial," kata Harif saat dihubungi detikcom.

Lebih lanjut, Harif menjelaskan bahwa selama tenaga kesehatan tersebut tidak menyebut identitas pasien, sebenarnya tak ada aturan yang dilanggar. Namun, tetap harus memperhatikan etika dan norma serta dampak yang bisa terjadi di masyarakat.

"Tetapi kalau tujuannya hanya sekedar iseng-iseng, tentu harus dipikirkan dampaknya pada opini publik," tegasnya.



Simak Video "Dirjen WHO: Kita Semua Berutang pada Tenaga Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)