Selasa, 08 Des 2020 13:13 WIB

Alasan Vaksin COVID-19 Sulit Tersedia Secara Gratis di Indonesia

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 mulai melakukan penyuntikan vaksin bagi para relawan. Proses penyuntikan itu dilakukan di Bandung. Vaksinasi COVID-19. (Foto ilustrasi: Antara Foto)
Jakarta -

Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Corona COVID-19 buatan Sinovac Biotech tiba di Indonesia pada Minggu kemarin. Program vaksinasi pun bisa segera dilakukan setelah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Namun, tidak semua vaksin COVID-19 bisa diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Erick Thohir berulang kali mengatakan, ada 2 jenis usulan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia, yakni ada yang gratis dari pemerintah dan ada juga vaksin mandiri.

Rinciannya, vaksin COVID-19 akan diberikan secara gratis kepada tenaga kesehatan dan masyarakat golongan kurang mampu sesuai data penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Sedangkan, vaksin mandiri ditujukan bagi kelompok masyarakat mampu.

Menurut Erick, alasan utama tak semua vaksin COVID-19 diberikan secara gratis adalah karena mempertimbangkan kondisi keuangan negara yang telah terkuras untuk penanganan dampak COVID-19.

Lebih lanjut, Erick mengatakan, dalam kondisi pandemi COVID-19 suka tidak suka, semua elemen harus bisa gotong royong, dari pemerintah, masyarakat, hingga kalangan pengusaha.

"Kami sangat mengharapkan masyarakat yang memiliki uang bisa membantu keuangan negara dengan melakukan vaksinasi mandiri alias tidak gratis," kata Erick dalam orasi ilmiah di Universitas Padjadjaran, Jumat (11/9/2020), dikutip dari CNNIndonesia.

Bagaimana persiapan vaksinasi COVID-19 di Indonesia?

Dirut Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan, total ada 3 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac siap pakai yang akan disiapkan pemerintah. Saat ini baru datang 1,2 juta dosis, selanjutnya sebanyak 1,8 juta rencananya didatangkan pada akhir Desember 2020.

"1,8 juta ini akan datang di akhir Desember 2020. Awal Januari 2021 paling telat," tegasnya.

Tak hanya vaksin dalam bentuk jadi, Sinovac juga mengirimkan vaksin dalam bentuk bahan baku. Untuk mengetahui kelanjutan vaksin yang baru tiba di Indonesia, klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Cara Kerja Vaksin COVID-19 di Tubuh Anak-anak dan Orang Dewasa"
[Gambas:Video 20detik]